Foto: Sehan Landjar
Bupati Landjar Batalkan Pengadaan Papan Monografi Desa
Tutuyan, ME
Bupati Bolaang Mongondow Timur (Boltim), Sehan Landjar membatalkan pengadaan papan monografi desa yang senilai Rp. 16 Juta. Dasar pembatalan itu, karena anggaran pengadaan dianggap tidak rasional dan kurang memberi manfaat bagi masyarakat.
"Saya perintahkan agar anggaran itu dibatalkan. Papan monografi justru tidak punya manfaat bagi masyarakat luas. Biar tidak mubazir, dana itu dihapus saja," ujar Landjar belum lama ini.
Bupati dua periode ini menilai, anggaran pengadaan papa monografi desa bagi 80 desa di Boltim secara keseluruhan, bisa menelan biaya Rp. 1,2 miliar. Sementara, tak ada dasar hukumnya. Hal ini dikuatirkannya menjadi temuan BPK RI.
"Apalagi yang melakukan MoU (Memorandum of Understanding) dengan pihak ketiga bukan kepala desa terkait. Tetapi langsung ditangani Kepala BPMPD," sentilnya.
Bupati meminta agar Dana Desa harus menyentuh kebutuhan masyarakat. "Jadi catatan, dana itu untuk pemberdayaan perempuan dan pemuda agar dana bisa berputar di desa. Untuk infrastruktur, harus berkoordinasi dengan kabupaten, biar tidak double pengganggarannya," singgung Eyang sapaan akrab Bupati Landjar.
Terpisah, Kepala BPMPD Boltim, Arsad Mamonto mengklaim, papan monografi menjadi pusat informasi mengenai data pedesaan yang juga dapat diakses lewat jaringan internet. "Ini juga sesuai instruksi pemerintah pusat. Dengan ini, seluruh informasi mengenai potensi desa bisa diakses langsung," jelasnya Mamonto.
Terinformasi, papan monografi dimaksud, meliputi lembaran informasi desa, buku dan software. Ironisnya, kebijakan BPMPD ini bertolak belakang dengan kondisi desa. Sejumlah desa hasil pemekaran belum mempunyai data lengkap menyangkut monografi. Ditambah dukungan akses internet yang belum memadai untuk mempermudah akses data dan informasi desa pelosok. (matt rey kartoredjo)



































