2 Truk, Sampah Dalam Selat Lembeh


Bitung, ME

Menyongsong digelarnya Festival Pesona Selat Lembeh 6-10 Oktober 2016, sejumlah pengusaha Cottage atau Resort di pesisir pantai Pulau Lembeh dan daratan kota, giat melakukan pembersihan sampah di dasar Selat Lembeh. Terlebih khusus lagi pada spot-spot diving.

Sebanyak 2 truk pengangkut sampah membawa berbagai jenis limbah yang berhasil dikeruk pada kerja bakti bersama itu. Warga sekitar lokasi pembersihan, mengharapkan kegiatan pembersihan bisa terus dilakukan oleh instansi yang berkepentingan menggunakan Selat Lembeh sebagai alur pelayaran. Dan bukan hanya akan dilakukan saat ada momen penting saja, namun harus menjadi sebuah rutinitas.

Sebagaimana yang diungkapkan Camat Lembeh Utara (Lembut), Leddy Ambat, kepada wartawan, Rabu (21/9), menjelaskan sampah yang terpendam di Selat Lembeh merupakan sampah kiriman dari daratan kota. Untuk itu, ia mengajak masyarakat lebih sadar membuang sampah. Bahkan, Anak Buah Kapal (ABK), jelasnya, dilarang keras membuang sampah saat melintas maupun berlabuh di dalam Selat Lembeh. 

Atas kondisi memilukan ini, terangnya, maka Peraturan Daerah tentang Selat Lembeh perlu diadakan, guna mengatur dan mempertegas larangan dan sanksi bagi pembuang sampah, khususnya di kawasan wisata Selat Lembeh.

Senada dengan Ambat, Ketua DPRD Bitung Laurensius Supit, mengecam keras tindakan oknum-oknum yang dengan secara sengaja atau tidak sengaja melakukan pencemaran di laut, khususnya di dalam Selat Lembeh. Atas usulan perda Lembeh oleh Ambat tadi, ia menyatakan sangat menyetujuinya. "Sangat setuju dengan usul itu. Supaya ada pengaturan zona wisata Selat Lembeh baik pesisir pantai maupun lautnya tetap terawat," pungkasnya. (keket)



Sponsors

Sponsors