Foto: Ilustrasi.(Foto: Ist)
Tiga Perahu Nelayan dan Dermaga Hancur Dihantam Ombak
Sinonsayang, ME
Hujan disertai angin kencang yang melanda Kabupaten Minahasa Selatan (Minsel), menimbulkan kerugian bagi warga yang tinggal dipesisir pantai. Seperti yang terjadi di Desa Boyong Pante, Kecamatan Sinonsayang. Sebanyak tiga perahu tradisional milik nelayan dan dermaga rusak lantaran dihantam angin dan ombak besar yang terjadi, Rabu (14/9) subuh.
Hukum Tua (Kumtua) Desa Boyong Pante, Rafles Laoh kepada wartawan mengungkapkan, pada saat kejadian perahu nelayan ini ditambatkan di dermaga.
"Kejadiannya sekitar pukul 03.30 subuh dini hari. Padahal kami baru membangun dermaga. Akibat angin kencang dan ombak yang menghantam dermaga, merusak perahu dan susunan batu dermaga yang baru dibangun,"
Dia mengatakan, sekitar 40 persen dermaga rusak akibat terjangan ombak. Sumber dana pembangunan dermaga ini diambil dari dana desa. Tapi sayangnya belum selesai pembangunannya sudah terkena dampak bencana. Kerugian dermaga diperkirakan sebesar Rp125 juta sementara perahu yang rusak diperkirakan sebesar Rp35 juta.
"Sekitar 60 persen warga disini berprofesi sebagai nelayan. Sekarang angin mungkin sudah berhenti. Tapi rasa takut tetap ada. Apalagi abrasi pantai semakin parah. Masyarakat sekarang ketika datang angin dan hujan sudah tidak bisa tidur dengan tenang lagi," sambung Laoh.
Dia berharap ada bantuan pemerintah bagi nelayan yang terkena musibah. Begitu juga dengan dermaga yang baru dibangun dengan mengunakan anggaran dana desa.
"Anggaran untuk renovasi dermaga terbuang percuma. Kini saya berharap ada perhatian pemerintah untuk memberikan bantuan untuk perbaikan dermaga dan perahu milik warga," terangnya.
Dia menambahkan dengan peristiwa ini warga sangat berharap pemerintah bisa membangun pemecah ombak disepanjang bibir pantai Desa Boyong Pante untuk kenyamanan warga.
"Peristiwa ini segera akan saya laporkan ke Badan penanggulan Bencana Daerah (BPBD). Dan saya harap peristiwa yang terjadi ini menjadi perhatian pemerintah," ujarnya. (jerry sumarauw)



































