Sungai Pinsan Ancam 200 KK, Warga Ongkaw Butuh Perhatian
Sinonsayang, ME
Setiap tahun sungai Pinsan di Desa Ongkaw Kecamatan Sinonsayang terus mengalami abrasi. Banjir bandang yang terjadi setiap tahun membuat sungai Pinsan semakin dekat dengan pemukiman warga di Desa Ongkaw Raya.
Sebanyak 200 kepala keluarga (KK) di Desa Ongkaw Dua dan Ongkaw Tiga terancam kehilangan tempat tinggal jika hal ini tidak diantisipasi dengan segera. Bukan hanya mengancam tempat tinggal warga, sungai tersebut juga bisa memutus jalan trans sulawesi yang berada di sekitar desa.
Sekretaris Desa Ongkaw Dua Donald Wungow mengungkapkan sudah tiga periode Kumtua namun sampai saat ini apa yang diusulkan pemerintah desa belum pernah ditindaklanjuti instansi teknis.
"Kalau dilihat dari posisi sungai setiap tahun berubah untuk itu pembagunan pengamanan sungai jadi prioritas. Setidaknya untuk pengamanan sungai perlu dibangun bronjong sepanjang 1 kilometer dan ini sudah disurvey langsung balai sungai beberapa waktu lalu," ungkap Wungow saat memberi keterangan, Kamis (8/9).
Karena jadi program prioritas desa, dia mengatakan dalam setiap Musyawarah Rencana Pembangunan Desa (Musrembangdes) maupun kecamatan usulan untuk pembangunan bronjongnisasi selalu disampaikan.
"Dalam Musrembang kecamatan, ini menjadi prioritas. Tapi walaupun sudah ditinjau dan jadi prioritas Musrembang namun sampai saat ini belum ada realisasi," terangnya.
Sebelum abrasi, dia menjelaskan jarak sungai dengan pemukiman warga sekitar 100 meter. Tapi dengan terus terjadinya abrasi setiap tahun, posisi sungai dengan pemukiman warga hanya tinggal 20 lagi.
"Bencana paling besar terjadi 9 Januari 2015. Akibat bencana banjir bandang tersebut, merusak 50 hektar sawah pertanian dengan kerugian mencapai ratusan juta rupiah," terangnya.
Meski belum ada perhatian pemerintah tapi dia mengatakan pemerintah desa telah melakukan upaya-upaya dengan melakukan normalisasi sungai. Pengerukan sungai pun dilakukan dengan cara manual oleh masyarakat dengan bergotong royong.
"Desa Ongkaw Raya mempunyai potensi pertanian yang cukup besar. Untuk itu kita sudah masukan RPJMDes 2016-2020. Kita juga berharap baik pemerintah kabupaten dan provinsi bisa melihat apa yang menjadi kebutuhan masyarakat, apa lagi ini menyangkut keselamatan warga," tukasnya (jerry sumarauw)



































