Walikota : Kita Tata Kembali Tradisi Negatif Pengucapan Syukur


Tomohon, ME

Rangkaian ibadah Pemerintah Kota Tomohon beserta seluruh jajaran dalam rangka Pengucapan Syukur Kota Tomohon diawali di Gereja Katholik Hati Kudus Kristus kemudian dilanjutkan di Jemaat GMIM Pniel Kakaskasen.

 

Walikota Tomohon Jimmy F. Eman, SE, Ak dalam sambutannya mengatakan bahwa dengan adanya pembicaraan bersama Forum Komunikasi Umat Beragama (FKUB), Badan Kerja Sama Antar Umat Beragama (BKSAUA), Badan Musyawarah Antar Agama (BAMAG) dengan Pemerintah Kota Tomohon maka hari ini tanggal 7 Juli 2013 kita boleh melaksanakan Pengucapan Syukur Kota Tomohon.

 

“Makna pengucapan syukur pada prinsipnya adalah penyerahan diri kepada Tuhan yang diikuti dengan ucapan terima kasih dengan kesederhanaan atas segala berkat yang telah diberikan oleh Yang Maha Kasih terhadap kehidupan manusia, sehingga hal ini penting bagi kita pahami bersama agar kita tidak hanyut dengan berbagai bentuk perayaan yang sifatnya seremonial atau bahkan menjurus pada pesta semata-mata,” ujar Walikota.

 


Beliau juga menambahkan bahwa tradisi negatif pengucapan yang terkesan dengan pesta pora, mabuk-mabukan, huru-hara kiranya boleh kita tata kembali. Mengucap syukur bukan berarti berpesta tetapi bagaimana umat manusia bersyukur atas berkat Tuhan yang diolah sedemikian rupa agar dapat mensejahterakan jemaat dan memuliakan nama Tuhan.


Hadir dalam rangkaian ibadah ini Kapolres Tomohon AKBP Marlien Tawas, SH, MH, Ketua FKUB Pdt. Joy Palilingan, MTh serta seluruh jajaran Pemerintah Kota Tomohon. (tim-me)

Foto : Pemkot Tomohon Saat Beribadah di GMIM Pniel Kakaskasen. (Ist)



Sponsors

Sponsors