Data BPS Dinilai Tidak Sinkron


Tondano, ME

Data Badan Pusat Statistik (BPS) terkait calon penerima Bantuan Langsung Sementara (BLSM) di nilai tidak sinkron. Pasalnya, dari data yang ada, banyak ditemukan warga penerima BLSM sudah termasuk masyarakat golongan menengah.

 

Salah satu penilaian tersebut datang dari camat Langowan Timur, Reframse Ruauw. Menurutnya BPS semestinya harus sinkron dengan pendataan agar supaya yang mendapatkan BLSM tersebut benar-benar masyarakat yang pantas untuk mendapatkannya.

 

“BPS harus profesional dalam melakukan pendataan, karena yang kami temukan dilapangan, banyak warga mampu justru mendapat bantuan, sedangkan warga yang tidak mampu tidak terdaftar sebagai calon penerima BLSM,” Ujar Ruauw.

 

Selain itu dia juga mengaku kecewa terhadap BPS yang tidak berkoordinasi dengan baik dengan pihak kecamatan. Dia menuturkan, setiap kali pihak kecamatan mengadakan Rakor, tidak pernah ada perwakilan BPS yang hadir.

 

“Selama 2 kali Rakor, tidak pernah ada utusan BPS yang hadir, walaupun sudah diberi undangan,” Keluhnya.

 

Dia berharap untuk kedepan nanti pihak BPS bisa lebih memeprhatikan hal ini, agar supaya tidak terjadi persoalan terhadap program-program pemerintah dalam membantu rakyat miskin. (Jeksen Kewas)

Foto : Ilustrasi



Sponsors

Sponsors