Petani Enggan Memanen, Buah Kelapa Dibiarkan Bertunas


Tutuyan, ME

“Kekecewaan kami sebagai petani kelapa terhadap para wakil rakyat, dimana para motor perjuangan rakyat ada ditangan anggota dewan baik itu diprovinsi atau pun dipemerintahan ri, adakah perjuangan yang mereka tunjukan pada petani kelapa, mungkin para wakil rakyat ini hanya duduk diam melihat penderitaan rakyat.”

 

Demikian pengakuan petani kelapa Ependi warga Bulawan kepada Manado Express, sabtu (06/07). Ependi juga mengatakan, dengan turunnya harga kopera kali ini membuat dirinya enggan memanen kelapa. "Kami (petani, red) memilih tidak memanen kelapa, karena saya pikir-pikir biaya panjat sampai jadi kopera lebih mahal dibanding harga jual, lebih baik jadi bertunas di pohon dari pada saya yang rugi bayar buruh dimana untuk harga kopera hanya 3000 perkilo," ujarnya.

 

Ditambahkannya, daerah kita ini kaya dengan hasil kelapa, tetapi mengapa wakil rakyat enggan memperjuangkan aspirasi petani kelapa, mohon kepada wakil rakyat jangan hanya melihat dengan sebelah mata karena mereka itu penyambung aspirasi rakyat.


Hj Lian, Pengusaha kopera Bulawan mengatakan, memang harga kopera saat ini bergerak turun sekarang pun harganya tinggal 3000 ribu per satu kilo dan tidak menutup kemungkinan akan turun lagi". Pungkasnya. (Rahman Igirisa)

Foto : Pohon Kelapa di Daerah Boltim



Sponsors

Sponsors