Berumur 490 Tahun, Mungkin Ini Pohon Langsat Tertua di Indonesia


Ranoyapo, ME

Mungkin banyak orang yang tidak tahu bahwa di Desa Pontak, Kecamatan Ranoyapo, Minahasa Selatan (Minsel) terdapat pohon langsat yang umurnya sudah mencapai ratusan tahun. Pohon ini masih berdiri kokoh di halaman kantor Desa Pontak dan dikelilingi pagar pembatas.

 

Sekilas pohon yang oleh warga ditanam oleh Tonaas pendiri Desa ini, terlihat sama halnya dengan pohon langsa pada umumnya bisa berbuah bahkan buahnya manis. Namun setelah mendapat penjelasan tokoh masyarakat pohon tersebut ternyata umurnya sudah 490 tahun. Mungkin ini pohon langsat tertua di Indonesia.

 

Andries Sual (76), salah satu tokoh masyarakat setempat mengatakan Desa Pontak terbentuk sekitar 1600-san tahun lalu. Dan sebelum desa terbentuk pohon tersebut sudah lebih dulu ada.

 

"Dari sejarah, desa terbentuk pada 17 Juli 1635. Dari cerita turun temurun, pohon langsat ini sudah ada sebelum desa berdiri. Pohon langsat ini bukti sejarah berdirinya Desa Pontak," ungkap Sual.

 

Dia mengatakan pohon ini terus dilestarikan dan tidak pernah ditebang. Jika ditebang ada sesuatu hal buruk yang akan menimpa.

 

"Waktu zaman pergolakan, ada seorang tentara yang coba menebang salah satu cabang pohon. Hari itu dia meninggal. Percaya tidak percaya namun itulah yang terjadi. Sehingga kami warga desa terus merawat dan melestarikan pohon ini," kisah pria parubaya ini.

Hal yang sama juga disampaikan Maximilian Sondakh. Sekretaris Badan Perwakilan Desa (BPD) Pontak ini mengungkapkan sampai saat ini tidak ada satupun warga yang berani menebang pohon itu.

 

"Karena kisah itu maka hingga sekarang tidak ada yang berani menebang pohon tersebut. Jika ada mematahkan ranting pohon, orang tersebut bisa menderita sakit," ujar Sondakh.

 

Selain hal tersebut dia mengungkapkan ada pertanda yang sampai saat ini masih diyakini masyarakat desa. Dimana jika ada ranting pohon yang jatuh itu menandakan akan ada orang tua yang meninggal.

 

"Jadi kalau kita warga desa melihat ada cabang kecil yang jatuh itu pertanda ada orang tua kampung yang akan meninggal dan hal tersebut selalu terbukti dan itu sudah menjadi pertanda bagi kami," ungkapnya.

 

Dia menjelaskan disamping pohon tersebut terdapat batu yang merupakan waruga tempat di kuburnya Tonaas pendiri Desa Pontak. Selain itu disamping waruga terdapat juga batu lisung.

 

"Menurut silsilah pohon langsa ini ditanam oleh pendiri desa Tumani Indoong. Pohon langsat ini jadi pusat Desa Pontak. Di situ juga ada waruga atau kubur dari Tonaas Indoong dan batu lisung," ujarnya. (jerry sumarauw)



Sponsors

Sponsors