Warga Demo Tuntut Hak, Tanpa Respon Pemkot


Bitung, ME

Sudah jatuh tertimpa tangga pula. Mungkin peribahasa ini layak disematkan kepada ratusan warga yang tergabung dalam mantan aparat kelurahan seperti Kepala Lingkungan (Pala) dan Ketua RT, maupun ratusan tenaga harian lepas (THL). Pasalnya, setelah sekian lama mengabdikan diri, mereka justru diberhentikan dengan tidak terhormat. Belum lagi, gaji beberapa bulan terakhir belum dibayarkan Pemerintah Kota Bitung. Padahal, dalam kurun waktu dimaksud, mereka dibebankan tugas menjaga kamtibmas wilayah, mengurus beras miskin, kebersihan lingkungan dan menagih pajak kepada masyarakat.

 

Kondisi miris ini pula yang menyebabkan ratusan warga tersebut kembali melakukan demonstrasi damai di depan Kantor Walikota Bitung, Senin (29/8). Ratusan warga korban politik ini, menuntut upah kerja selama 5 bulan terakhir dibayarkan.

 

Salah satu orator yang merupakan mantan Ketua RT di Kelurahan Manembo-nembo, tepatnya di Perum Dea Permata Indah, Is Kandio, mengaku diberhentikan tidak terhormat oleh Walikota Bitung, Max Lomban. Kandio pun menyatakan sikap bahwa Kota Bitung tidak akan aman apabila hak dari mantan perangkat kelurahan belum direalisasikan.

 

Mewakili ratusa warga tersebut, sejumlah warga pengunjuk rasa diterima oleh PLt Sekkot Bitung, Drs Malton Andalangi. Dengan kepala tertunduk karena kecewa tidak ada solusi yang ditawarkan Andalangi, perwakilan warga pun meninggalkan ruangan Sekkot. Belum sampai di situ perjuangan warga yang terlalaikan hak-haknya itu. Mereka pun kembali melanjutkan demonstrasinya ke depan kantor DPRD Kota Bitung dan Kejaksaan Negeri Bitung. Namun, hal sama pun yang mereka terima. Hingga saat ini belum ada konfirmasi jelas terkait aksi lanjutan warga yang dipangkas hak-haknya itu. (keket)



Sponsors

Sponsors