Pedomani Bahasa Indonesia Baku, Lestarikan Bahasa Daerah


Tomohon, ME

Kondisi Bahasa Indonesia saat ini cukup memprihatinkan. Bahasa Indonesia yang merupakan simbol kedaulatan dan jati diri bangsa belum sepenuhnya dihargai di negeri sendiri.

 

Ini nampak jelas penggunaannya pada papan-papan nama. Antara lain papan nama gedung/bangunan, petunjuk arah, kain rentang dan iklan di ruang publik. Bahasa Indonesia sudah tergeser oleh bahasa asing.

 

Sama halnya pada penggunaan bahasa dalam administrasi organisasi, perusahan dan pemerintahan. Kaidah bahasa yang telah dibakukan belum sepenuhnya diterapkan dengan baik dan benar, bahkan sering diabaikan.

 

Untuk itu, Wali Kota Tomohon, Jimmy F Eman SE Ak mengajak seluruh komponen masyarakat di Kota Tomohon, untuk menggunakan Bahasa Indonesia yang baik dan benar di dalam kegiatan pemerintahan atau kemasyarakatan.

 

"Seluruh Satuan Kerja Perangkat Daerah diharapkan, memedomani Bahasa Indonesia yang baku dalam setiap komunikasi. Baik penyampaian informasi secara langsung maupun melalui kegiatan surat-menyurat dalam kegiatan sehari-hari," tutur Eman.

 

Hal ini juga diingatkannya kepada organisasi dan lembaga vertikal, baik perusahan daerah maupun swasta. Katanya, Berbahasa Indonesia yang baik merupakan cerminan rasa cinta terhadap bangsa dan tanah air.

 

"Terkait dengan itu, bahasa daerah pun sebagai bagian dari kekayaan budaya bangsa, perlu kita lestarikan. Kiranya melalui komitmen bersama, Bahasa Indonesia selalu menjadi citra, jati diri dan simbol kedaulatan bangsa," harapnya melalui rilis Humas Protokol Kota Tomohon, Selasa (23/8). (hendra mokorowu)



Sponsors

Sponsors