Raih Penghargaan, Gapoktan Katouan Harumkan Minsel Ditingkat Nasional


Ranoyapo, ME

Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) Katouan Desa Poopo, Kecamatan Ranoyapo, Minahasa Selatan (Minsel) patut diacungi jempol. Betapa tidak, meski baru dua tahun dibentuk tapi sudah bisa mengharumkan nama Minsel ditingkat Nasional.

 

Gapoktan ini sukses menjadi yang terbaik di Sulawesi Utara (Sulut) lewat usaha pengembangan peternakan sapi. Atas prestasinya itu Ketua Gapoktan, Suryanto Pekan, diundang Kementerian Pertanian untuk menerima penghargaan pada 16 Agustus lalu.

 

Bukan hanya itu, Gapoktan yang dibentuknya ini menjadi teladan ditingkat Nasional. Pekan juga diundang mengikuti upacara bendera di istana negara pada 17 Agustus. Selain itu pada 18 Agustus, dirinya berkesempatan bersilaturahmi dengan Presiden Joko Widodo di Istana Bogor.

 

"Bersyukur lewat kerja keras kami bisa meraih penghargaan dan menjadi Gapoktan teladan tingkat provinsi dan nasional. Meski baru dua tahun dibentuk tapi kita bisa menjadi Gapoktan percontohan di Sulut dan nasional," ujar Pekan.

 

Namun dibalik sukses yang telah diraih, dia mengungkapkan, Gapoktan Katouan tidak ditunjang Pemerintah Kabupaten (Pemkab) dalam hal ini, Badan Pelaksana Penyuluhan Pertanian Perikanan Kehutanan (BP4K).

 

"Saat akan ke Jakarta untuk menerima penghargaan, tidak ada perhatian dari pemerintah. Untuk berangkat ke Jakarta pakai biaya sendiri. Padahal dalam surat Kementerian yang ditujukan kepada gubernur, biaya transportasi dan uang saku penerima penghargaan dan pendamping selama penyelenggaraan ditanggung oleh pemerintah daerah masing-masing," ungkapnya.


Bahkan dia mengatakan dalam mengembangkan Gapoktan ini, dari BP4K tidak pernah turun melihat bahkan memberi bantuan apa yang menjadi kebutuhan. Meski begitu dia tetap bersyukur walau hanya belajar secara otodidak, namun usaha mereka bisa berhasil.

 

"Gapoktan ini berhasil atas usaha sendiri tanpa ada bantuan dari pemerintah daerah. Kedepan kita berharap ada bantuan dari pemerintah daerah agar usaha ini akan lebih berhasil. Yang terpenting adalah memperhatikan Gapoktan lain karena sudah ada bukti keberhasilan," tuturnya.

 

"Sebenarnya kita ingin memperbesar usaha ini tapi terkendala dana. Disini sudah semangat tapi terbentur masalah kandang yang tidak memadai. Untuk itu kami berharap ada bantuan dari pemerintah," harapnya. (jerry sumarauw)



Sponsors

Sponsors