Ketua Sinode GMIM Jalani Tes Urine
Amurang, ME
Bukan hanya pejabat pemerintah dan anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) saja yang melaksanakan tes urine. Para pelayan Tuhan juga tidak luput dari pemeriksaan ini.
Pada pelaksanaan Hari Kesehatan GMIM, Sabtu (13/8), para pelayan dikejutkan dengan tes urine yang dilakukan Badan Narkotika Nasional (BNN) Provinsi Sulawesi Utara (Sulut). Pemeriksaan ini dilakukan terhadap 29 orang yang terdiri dari Badan Pekerja Sinode (BPS) dan pendeta.
Usai memimpin khotbah Ketua Sinode GMIM Pdt H.W.B Sumakul, bersama pengurus BPS lainya dan para pendeta langsung menuju salah satu ruangan di Rumah Sakit Kolooran Amurang untuk melaksanakan tes urine.
"Kita mendukung dilakukan tes urine kepada pelayan Tuhan karena narkoba ini mematikan. Jadi gereja harus mempelopori ini supaya ini bukan cuma tugas pemerintah, tapi juga menjadi tanggung jawab gereja," kata Sumakul usai menjalani tes urine.
Dia kemudian mengajak warga gereja untuk memberantas peredaran narkoba yang merusak masyarakat dan generasi muda harapan bangsa. Dia juga mengharapkan kedepan seluruh pendeta-pendeta bisa melaksanakan tes urine.
"Jika ada pendeta yang menggunakan narkoba itu perlu diekspose. Masyarakat harus tahu bahwa gereja bukan hanya berkhotbah tentang spiritual tapi juga mendukung kesehatan," jelasnya.
"Ini demi kebaikan negara, jadi semua umat gereja musti berperan dalam memerangi narkoba. Jangan biarkan BNN itu berjalan sendiri. Gereja harus berada di belakang dan mendukung," tambah Sumakul.
Sementara itu Kepala BNN Sulut, Kombes Pol Sumirat Dwiyanto mengatakan, memberikan apresiasi kepada BPS GMIM dan pendeta yang sudah menjalani tes urine yang dilakukan pihaknya secara mendadak tanpa ada pemberitahuan sama sekali.
"Disini ditunjukkan adalah hidup sehat salah satunya harus tanpa narkotika. Kami bersyukur karena pelayan-pelayan Tuhan ini melaksanakan tes urine. Beliau-beliau menunjukan bahwasanya hidup sehat lebih penting," kata Sumirat.
Kedepan dia berharap semua pendeta, ulama dan tokoh agama lainnya bisa melaksanakan tes urine. Menurut dia selama ini tes urine belum menyentuh tokoh-tokoh agama. Dan sebagai awal, ini dimulai pada pelayan-pelayan Tuhan.
"Kebetulan hari ini merayakan Hari Kesehatan GMIM. Tes urine ini dilakukan tanpa ada pemberitahuan terlebih dahulu, makanya beliau (Ketua Sinode) ketika selesai khotbah sempat kaget juga ketika akan disampaikan akan dilakukan tes urine," terangnya.
Dari hasil yang dilakukan, semua yang melaksanakan tes urine tidak ditemukan adanya penggunaan narkotika.
"Setelah dilakukan analisa dokter, dari 29 orang yang menjalani tes, kata-kata yang bagus adalah semuanya positif tidak menggunakan narkoba," ujar Sumirat. (jerry sumarauw)



































