Jalan Nasional Nyaris Putus Dibiarkan
Amurang, ME
Sudah hampir tiga tahun jalan longsor di Desa Kilometer Tiga, Kecamatan Amurang yang menghubungkan kabupaten Minahasa Selatan (Minsel) dan Minahasa Tenggara (Mitra) tidak pernah diperhatikan pemerintah. Kendaraan yang melintas pun harus ekstra hati-hati karena akibat longsor tersebut, kecelakaan telah beberapa kali terjadi ditempat itu.
Seperti diutarakan Marsel Tiow, warga Kelurahan Uwuran Dua, Kecamatan Amurang yang sering melintas di jalan tersebut. Menurutnya lambatnya penanganan perbaikan jalan menyebabkan kecelakaan.
"Sudah tiga kali terjadi kecelakaan, beruntung kendaraan tidak terjun ke jurang. Kondisi jalan agak sempit ditambah longsoran membuat jalan semakin sempit dan hanya bisa dilewati satu kendaraan," ungkap Marsel saat memberi keterangan, Senin (8/8).
Menurut dia jika ini dibiarkan terus bisa mengancam keselamatan pengguna jalan. Untuk itu perlu dibangun tanggul pengaman untuk menahan longsor dan memperbaiki jalan. Selain itu untuk mencegah terjadinya kecelakaan perlu dipasang rambu lalulintas.
"Kalau ini dibiarkan bisa saja menimbulkan korban jiwa. Apa harus ada korban jiwa dulu baru diperbaiki. Disitu juga perlu dibuat pembatas jalan untuk menghindari kendaraan terperosok dalam jurang," ketusnya.
Sementara itu ketua Badan Pemberdayaan Desa (BPD) Desa Kilometer Tiga Marten Pattyrannie mengungkapkan, kurangnya perhatian pemerintah, longsoran tersebut kini dijadikan tempat warga membuang sampah. "Lihat saja karena lama tidak diperbaiki banyak warga yang membuang sampah disitu," ujarnya.
Memang diakuinya longsoran tersebut sudah beberapa kali dibuat tanggul pengaman. Namun tanggul yang dibuat terus amblas saat datang hujan lebat. Dia menilai pembuatan tanggul tersebut tidak sesuai bestek karena tidak ada pengawasan. "Berapa pun anggaran yang dikeluarkan pemerintah untuk membuat tanggul kalau tidak diawasi pasti akan rusak lagi," terangnya.
Untuk itu dia mengatakan pembuatan tanggul pelapis penahan longsor sangat mendesak karena jika dibiarkan longsoran akan semakin besar dan jalan terancam putus. "Seharusnya pemerintah jika melihat ada jalan yang kritis segera memperbaiki jangan hanya tunggu laporan. Begitu juga dalam pembangunan perlu pengawasan agar pelaksanaan proyek sesuai dengan spek," tandasnya. (jerry sumarauw)



































