Foto: Wagub Steven saat membawakan sambutan
Festival Panas Bumi Indonesia II Digelar
Tomohon, ME
Festival Panas Bumi Indonesia Ke-2 mulai digelar, Jumat (5/8) di lokasi wisata Danau Linow. Festival ini diprakarsai tim UGM-NZAID untuk pemberdayaan dan peningkatan ekonomi masyarakat di kawasan Indonesia Timur atau Community Resilience and Economic Development.
Festival ini bertujuan, merayakan kekayaan potensi panas bumi di Sulawesi Utara melalui kegiatan seni budaya, edukasi masyarakat dan kepariwisataan.
Wakil Gubernur Sulawesi Utara, Drs Steven Kandouw saat membuka kegiatan mengatakan, Kota Tomohon memiliki kelebihan tersendiri. Katanya, dengan memiliki potensi sumber energi panas bumi merupakan pekerjaan rumah bagi pemerintah dan masyarakat Kota Tomohon untuk mengolahnya.
"Festival panas bumi tentu akan memberi efek dalam bidang pariwisata. Alasannya, kegiatan ini berisi atraksi pariwisata panas bumi. Hal ini merupakan nilai tambah buat masyarakat Tomohon dan Sulut," tutur Kandow sesaat kemudianm bersama Wali Kota Tomohon Jimmy Feidie Eman SE Ak memukul Tetengkoren sebagai tanda festival dibuka.
Sementara, Wali Kota Jimmy Eman menuturkan, kegiatan ini merupakan bentuk implementasi dari nota kesepahaman bersama yang telah ditandatangani pada 7 Agustus 2015. "Kegiatan ini dilatarbelakangi oleh Kota Tomohon sebagai daerah penghasil panas bumi di Sulut," ujar Eman.
Pembukaan festival ini dihadiri Wakil Ketua DPRD Provinsi Sulut, Ir Wenny Lumentut, Wakil Rektor UGM, Prof Suratman, GM PT PGE Lahendong, Salvis Patangke, Ir Pri Utami MSc PhD, Ketua Yayasan Pendidikan Lokon, Ronald Korompis dan jajaran Pemerintah Kota Tomohon.
Untuk memperjelas pemahaman tentang potensi panas bumi dan pengembangannya, di festival ini diadakan talk show yang bertema Geothermal Edu-Tourism. Nara sumbernya dari pemerintah daerah, PT PGE Lahendong, PT PLN, PT Chevron Geothermal Indonesia, Direktorat Panas Bumi Kementerian ESDM, Chain Center UGM dan yayasan Pendidikan Lokon.(hendra mokorowu)



































