Tampung Permasalahan Daerah, Setjen Dewan Ketahanan RI Kunjungi Minsel


Amurang, ME

Berbagai kendala yang dihadapi daerah Minahasa Selatan (Minsel) tidak hanya menjadi perhatian Pemerintah Daerah saja namun juga Pemerintah Pusat. Hal ini terbukti dengan kunjungan Kerja Setjen Dewan Ketahanan Nasional RI di Kabupaten Minsel. Tim yang terdiri dari 12 orang ini, diterima langsung Bupati Minsel Christiany Eugenia Paruntu di ruang kerjanya, Selasa (19/7).

 

Pada kesempatan itu secara langsung mereka mendengar kendala yang dihadapi masyarakat Minsel dari pemaparan Bupati beserta dengan para Asisten dan Sekretaris Daerah (Sekda) Danny Rindengan.

 

Tetty sapaan familiar Bupati menyampaikan semua keinginan serta usulan-usulan oleh Pemkab Minsel didasarkan untuk pengembangan daerah. "Intinya usulan-usulan yang disampaikan harus mensejahterahkan rakyat ke depannya dan berbagai program yang ada disesuaikan dengan kebutuhan daerah," kata Tetty.

 

Lebih jauh dia menjelaskan kedatangan tim tersebut merangkum semua kendala dan permasalahan yang dihadapi daerah dan nantinya disampaikan kepada Presiden RI, Joko Widodo dalam bentuk kajian. "Kedatangan mereka membantu Presiden untuk melihat permasalahan-permasalahan di daerah. Kebetulan yang dipilih Kabupaten Minsel dan Minahasa Tenggara (Mitra)," tuturnya.

 

Lanjut Tetty mengatakan beberapa usulan yang diajukan diantaranya mengenai pengembangan kawasan terpadu. "Ini tentunya berkaitan dengan masalah irigasi dan segala kebutuhan-kebutuhan petani dan nelayan yang ada. Saya kembali mengusulkan mengenai kawasan minopolitan. Yang mana waktu lalu sudah diusulkan namun sekarang tersendat karena adanya pergantian menteri yang menyebabkan pergantian regulasi," terangnya.

 

Dia mencontohkan waktu lalu sering menerima bantuan kapal nelayan tapi sekarang itu sudah tidak ada lagi karena terjadi pergantian Menteri. Seharusnya menurut dia bantuan tersebut tetap dilanjutkan bukannya dihentikan. "Kita pernah menerima bantuan kapal empat unit untuk kelompok nelayan dengan kapasitas 30 GT. Sayangnya bantuan Ini sudah tidak ada lagi dan hasilnya tentu berdampak pada industri yang ada. Itu juga merupakan kajian yang dibuat," jelasnya.

 

Dia menambahkan permasalahan air bersih juga menjadi usul yang menarik bagi para tim yang datang. Karena kebutuhan air bersih juga sangat dibutuhkan warga desa dan demi perkembangan desa itu sendiri.

 

Para tim yang hadir diantaranya Mayjen TNI Aris Martono Deputi Sisnas, Brigjen TNI Robert L Lumempouw (Bandep Lingal), Brigjen TNI (K) Ucu S. Soepia (Bandep Infolahta), Brigjen Slamet Ryadi (Bandep Linsos), Mayjen Agus Suharto (Bandep Lingpemneg), Kombes Bambang Sigit, Kolonel Joko Setyo Putro, Kolonel laut T. Taufik Hidayat, Utomo Zuhdi, Soraya Damayanti, Purwaningtyastusi, dan Letkol Tek B. D Oktavianus Siagian. (jerry sumarauw)



Sponsors

Sponsors