Perkenalkan Minahasa ke Dunia, Bertha Merasa Dipermalukan

Pemilik Ranosaut Kecewa Dengan Pemerintah


Manado, ME

Bertha Moningka, pemilik lokasi pariwisata Nuansa Alam Ranosaut, Kecamatan Tombulu, Kabupaten Minahasa, menyampaikan rasa kecewanya kepada pemerintah. Mengapa tidak, wanita yang menikah dengan seorang warga negara Belanda ini ternyata sering memperkenalkan tanah Minahasa ke dunia. Namun, dirinya merasa malu oleh peristiwa diturunkannya bendera belambang palu arit dan bintang di depan tempat itu yang disangka berbau Partai Komunis Indonesia (PKI).

 

“Saya terus terang kecewa dengan pemerintah. Saya memperkenalkan tanah Minahasa kepada dunia namun nama saya sekarang tersebar di media sangat negatif,” ungkap Bertha kepada manadoexpress.co, Minggu (17/7).

 

Bendera Uni Soviet tersebut dipasang berjejer dengan bendera negara peserta piala Eropa 2016 sudah sekitar dua bulan lalu. Namun, menurut penjelasan Bertha bendera itu telah ada pada mereka sejak lama. Dikarenakan, di rumah makan Nuansa Alama itu, beberapa kali dibuat pertemuan kawanua sedunia sehingga kadangkala dipasang untuk menggambarkan orang-orang Minahasa yang datang dari berbagai pelosok.

 

“Memang bendera itu dibeli sudah lama. Itu bendera Rusia. Di tempat-tempat wisata di Belanda memasang banyak bendera-bendera seperti itu sudah biasa. Cuma di Indonesia saja yang mungkin tidak bisa karena katanya bernuansa PKI,” ucapnya kecewa.

 

Bertha merupakan salah satu dari perkumpulan kawanua sedunia yang turut memotivasi supaya setiap orang Minahasa yang sudah tinggal di luar mengingat kampung halamannya. Terlebih demi memajukan tanah mereka sendiri. “Saya juga turut mengkoordinasi pertemuan kawanua sedunia. Supaya mereka yang sudah di luar daerah tidak lupa membangun di tanah sendiri. Beberapa tim sepakbola saya turut membantunya. Walaupun saya sudah tinggal di Belanda tapi apa yang saya tidak buat untuk Minahasa. Saya sangat cinta sekali tanah Minahasa,” lugas Bertha.

 

Diketahui sebelumnya, beberapa hari lalu, lokasi Nuansa Alam Ranosaut sempat heboh. Dikarenakan, dari pihak Tentara Nasional Indonesia (TNI) menurunkan sebuah bendera berlambang palu arit yang diduga lambang Partai Komunis Indonesia (PKI) di depan tempat itu. Namun sebenarnya itu bendera Uni Soviet. Beberapa warga yang turut menaikkannya diperiksa serta dikenakan wajib lapor. (tim me)



Sponsors

Sponsors