Pemkab Minahasa Sosialisasikan Percepatan Konversi MT ke LPG


Tondano, ME

Guna memaksimalkan program pemerintah khususnya tentang kebijakan energi nasional, Pemerintah Kabupaten Minahasa melalui bagian Administrasi dan Perekonomian Setdakab Minahasa, Rabu (03/07), menggelar sosialisasi percepatan konversi Minyak Tanah (MT) ke LPG yang bertempat di Aula Perjuangan, desa Tounkuramber.

Acara sosilisasi yang diikuti oleh para Camat dan Hukum Tua/Lurah se- Kabupaten Minahasa tersebut, di buka secara resmi oleh Plt Sekretaris Daerah (Sekda) Minahasa, Djeffry Korengkeng.

Dalam sambutan Bupati yang dibacakannya, Korengkeng mengatakan, sejak tahun 2007, pemerintah telah menetapkan konversi minyak tanah ke LPG 3 kg, dan khusus untuk daerah Sulut, masuk pada tahun 2010. Menurutnya, sejak saat itu sudah mulai terjadi gejolak peralihan untuk merubah mindset masyarakat.

“Hal tersebut dikarenakan penggunaan minyak tanah oleh masyarakat dinilai lebih mudah dan aman dibandingkan dengan menggunakan LPG,” Ujar Korengkeng.

Dikatakannya pula, implementasi dari konversi tersebut adalah penghematan anggaran negara dengan berkurangnya beban subsidi BBM terutama dalam penyediaan Minyak Tanah bersubsidi. Dilain pihak, pelaksanaan konversi ini juga membutuhkan tata niaga dan pola pengawasan distribusi serta sarana dan prasarana yg memadai dalam proses perijinan bagi pembangunan kedepan.

Untuk itu, sikap proaktif sangat diperlukan dalam mengawasi distribusi LPG, agar pengalaman-pengalaman yang lalu soal distribusi dan kelangkaan yang dialami masyarakat dalam mendapatkan minyak tanah, tidak akan terulang lagi.

“Untuk mengantisipasi terjadinya hal-hal yang tidak diinginkan, Pemda akan menerbitkan SK Bupati untuk membentuk tim pengawasan dan penertiban Bahan Bakar Minyak dan Gas bersubsidi, yang didalamnya terdiri dari pihak kepolisian, kejaksaan, pertamina serta instansi terkait lainnya,” Jelasnya.

Lanjut dia berharap, dengan sosialisasi ini kiranya masyarakat dapat merespon dan mendukung program pemerintah, serta dapat merubah pola hidup yang menggantungkan kebutuhan pada minyak tanah. Sebab menurutnya, salah satu sisi baik dari konversi ini adalah untuk penghematan anggaran.

“Untuk itu diharapkan kepada instansi terkait agar serius melihat berbagai masalah yang seriing terjadi, misalnya kurangnya stok LPG 3kg dan terlebih dapat mengontrol harga eceran yang beredar di masyarakat,” Tukasnya. (Jeksen Kewas)

Foto : Plt Sekda Minahasa Djeffry Korengkeng



Sponsors

Sponsors