Tahun Ajaran Baru, Dikpora Minsel Sosialisasi Anti Bullying


Amurang, ME

Tahun ajaran baru seluruh sekolah di Kabupaten Minahasa Selatan (Minsel) telah dimulai, Senin (11/7). Sebagai perkenalan, para siswa baru akan menjalani pengenalan lingkungan sekolah.

 

Dahulu saat masuk sekolah lebih dikenal dengan masa orientasi siswa (MOS) dan perploncoan oleh kakak kelas. Tapi sekarang, sesuai dengan Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Permendikbud) Nomor 18 Tahun 2016 MOS telah diganti dengan pengenalan lingkungan sekolah.

 

"Jadi sekarang dalam masa orientasi,  sekolah tidak ada lagi kekerasan dan itu berpatokan pada undang-undang Nomor 23 Tahun 2002 pasal 54.  Pengenalan lingkungan sekolah berpatokan pada anti bullying," kata Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Dikpora) Minsel melalui Kepala Bidang (Kabid) Pendidikan Menengah (Dikmen) Fien Runtuwene, saat memberi keterangan, Selasa (12/7).

 

Dia mengatakan, praktik perploncoan yang selama ini akrab saat pertama masuk sekolah sudah dihapus. Jadi segala bentuk penugasan yang tidak masuk akal tidak diperbolehkan lagi diterapkan saat masa orientasi. Bilamana ditemukan ada yang sekolah menerapkan perploncoan akan berhadapan dengan sangsi.

 

"Poin pelaksanaan pengenalan lingkungan sekolah tidak ada kekerasan. Sekolah juga harus bebas asap rokok.  Jadikan suasana sekolah yang aman nyaman sampai jam belajar mengajar berakhir," terangnya.

 

Dengan demikian dia menjelaskan dengan aturan ini ada dampak positif bagi siswa baru ketika menerima pengenalan lingkungan sekolah. Karena aturan yang dibuat ini menyentuh para siswa dan berkaiatan dengan revolusi mental dan program Presiden Nawacita.

 

"Pendidikan diawali dengan budi pekerti bukan dengan kekerasan. Pemerintah dan masyarakat harus saling mendukung membantu anak-anak selama dalam menimba ilmu dibangku sekolah, karena kelak anak-anak ini yang akan menjadi harapan bangsa," ujarnya.

 

Pengenalan lingkungan sekolah ini sendiri dilaksanakan selama tiga hari. Untuk itu Dikpora Minsel turun ke sekolah-sekolah untuk memberikan materi dan sosialisasi bagi siswa baru. (jerry sumarauw)



Sponsors

Sponsors