Telan Anggaran 2,2 Miliar, Tanggul di Pinapalangkow Selesai Dibangun


Sulta, ME
Bencana alam yang terjadi Januari 2014 lalu di Kebupaten Minahasa Selatan (Minsel) menyebabkan tanah longsor dibeberapa titik yang mengancam pemukiman warga dan fasilitas umum lainnya. Seperti yang terjadi di Desa Pinapalangkow  Kecamatan Suluun Tareran (Sulta).
 

Setidaknya ada tiga titik longsor yang desa ini dan diusulkan dibuat tanggul pengaman. Lewat bantuan pemerintah pusat Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melalaui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) pembangunan tanggul dengan anggaran Rp 2,2 miliar telah selesai dikerjakan.

"Bantuan bencana pembuatan tanggul sudah berjalan dengan baik dan sudah seratus persen selesai. Pelaksanaan pembangunan dimulai dua bulan lalu dan pembuatan tanggul memang betul-betul dilokasi rawan longsor," kata Hukum Tua (Kumtua) Desa Pinapalangkow, Ferry Londo, saat memberi keterangan, Selasa (12/7).
 

Dia menjelaskan untuk lokasi pembuatan tanggul berada di tiga lokasi yakni Jaga satu, tujuh dan delapan. Untuk dua lokasi berada dipinggir jalan sementara yang satunya tepat berada di belakang SD Inpres.

 
"Untuk tanggul pengaman yang dibangun dibelakang SD itu anggaran yang paling banyak karena longsor yang terjadi disitu cukup besar dan sangat berbahaya jika dibiarkan akan berdampak bagi sekolah itu sendiri," ujar Londo.

Dengan dibangun tanggul tersebut dia mengatakan sangat berterima kasih kepada pemerintah yang telah menindaklanjuti permohonan mereka saat terjadi bencana alam. Karena menurut dia jika itu dibiarkan akan mengancam pengguna jalan dan para siswa di sekolah tersebut.

 
"Sebagai pemerintah desa kami tentu sangat bersyukur karena dengan dibangunnya tanggul ini memberikan rasa aman bagi masyarakat baik pengguna jalan begitu juga sekolah yang melakukan aktifitas belajar mengajar," tukasnya. (jerry sumarauw)



Sponsors

Sponsors