Diknas dan ILMU Sulut Kumpul Pakar Pendidikan

Bedah Masalah Kualitas Sumber Daya Guru


Manado, ME

Kualitas guru di wilayah Nyiur Melambai bermasalah. Salah satu bisa dilihat dari hasil Uji Kompetensi Guru (UKG) 2015. Sulawesi Utara (Sulut) berada di peringkat 25 dari 34 Provinsi di Indonesia. Hal itu terungkap dalam Focus Group Discussion (FGD) bertajuk 'Pengembangan Sumber Daya Guru Sulawesi Utara' yang digagas Intelektual Muda (ILMU) Sulut dan Dinas Pendidikan Nasional (Diknas) Sulut, di Manado Quality Hotel, Senin (4/7).


"Hasil UKG, guru-guru di Sulut jauh di bawah standar nasional," ungkap Kepala Diknas Sulut, Asiano Gemmy Kawatu SE MSi, ketika memaparkan berbagai persoalan terkait kualitas guru di Sulut kini.


"Karena itu saya senang FGD ini bisa digelar. Tentu demi menghasilkan pemikiran-pemikiran dan usulan konkrit bagi usaha peningkatan kualitas guru di Sulut. Saya berharap, hasil diskusi ini luar biasa untuk daerah kita tercinta," sambungnya.


Mengutip pernyataan Menteri Pendidikan Dasar, Menengah dan Kebudayaan, Anies Baswedan, Kawatu mengakui jika membangun bangsa Indonesia bukan diawali dari istana-istana yang megah tapi harus diawali dari guru-guru yang mengajar di kelas
 

Berbagai persoalan terkait kualitas guru di Sulut, dipaparkan dan dibedah oleh para narasumber, stakeholder pendidikan dalam FGD ini. Sejumlah masukan, strategi, solusi-solusi konkrit ikut dilontarkan oleh para pembicara.


Sekretaris Eksekutif ILMU Sulut, Viktory Rotty M.Teol M.Pd, yang memandu diskusi ini menjelaskan jika topik diskusi tersebut lahir dari hasil diskusi awal ILMU Sulut. "Topik soal pengembangan kualitas pendidikan Sulut masih sangat luas. Karena itu kami coba fokuskan ke sumber daya guru. Nanti hasil FGD ini akan kita sampaikan ke pemerintah, instansi terkait," terangnya.


Penegasan yang sama dituturkan Direktur ILMU Sulut, DR Peggy Mekel SE MA. Menurutnya, Selasa besok rekomendasi yang diperoleh dari FGD ini akan disampaikan langsung ke Gubernur Sulut, Olly Dondokambey SE. "Kami sangat gembira karena respon para pembicara dan peserta yang luar biasa atas kegiatan ini. Kami terharu. Terima kasih banyak untuk kehadiran dan pemikiran-pemikiran kritis konstruktif yang sudah diberikan. Tentu semua ini kita berikan demi kemajuan dunia pendidikan Sulut," tandas Mekel.


Hadir dalam FGD ini, para pakar dan pihak-pihak yang berkompeten dalam dunia pendidikan Sulut. Kepala Diknas Sulut Asiano Gemmy Kawatu SE M.Si, Ketua Aliansi Guru Indonesia Sulut (AGIS) DR Drs Arnold Poli SH MAP, Drs Donald Wagey dari PGRI Sulut, Ketua Asosiasi Pengawas Sekolah Indonesia (APSI) Provinsi Sulut DR Hermanus Bawouh M.Si, Febri Dien ST M.Sc.Tech dari Lembaga Penjaminan Mutu Pendidikan (LPMP) Sulut, Prof DR. Winsy Warouw, Sp.KK(K), FINSDV, FAADV, DR Ivan Kaunang SS M.Hum, Rikson Karundeng M.Teol, Denni Pinontoan M.Teol, Fredy Wowor, DR Allen Manongko, DR Jhony Taroreh, Melky Pangemanan SIP M.Si, DR Heard Runtuwene, Berty Lumempouw SE, Drs Dolfie Angkouw, Pdt Aser Roeroe M.Th, DR Ferol Warouw, Staf Khusus Gubernur Sulut Pdt Lucky Rumopa STh dan Marlon Sumaraw S.Sos, serta sejumlah guru dan kepala sekolah berprestasi dari berbagai daerah di Sulut. (tim me)



Sponsors

Sponsors