Sebabkan Jalan Rusak, Warga Raanan Baru Tutup Paksa Galian C
Amurang, ME
Warga Raanan Baru, Kecamatan Motoling Barat terpaksa mengambil langka tegas dengan menutup paksa galian C yang berada di wilayah mereka. Tindakan ini diambil lantaran warga sudah gerah dengan aktivitas galian C yang sudah mengakibatkan jalan rusak parah. Selain itu akibat aktivitas ini juga berdampak pada kerusakan lingkungan.
"Banyak dampak negatif yang disebabkan galian C. Jalan penghubung Raanan Baru Tondei semakin rusak parah karena setiap harinya kendaraan truk pengangkut material lewat jalan ini," terang Ketua Lembaga Pemberdayaan Masyarakat (LPM) Desa Raanan Baru Induk, Gurumel Onibala.
"Kita tidak bisa berdiam diri melihat mereka merusak fasilitas jalan dan alam. Kami sudah mengambil sikap dan tidak mengijinkan lagi adanya aktivitas angkutan yang akan melewati Desa Raanan Raya," sambung Onibala.
Selain itu akibat dari aktivitas galian C, ruas jalan tersebut rawan terjadi longsor. Bukan hanya itu jika ini dibiarkan jalan akan semakin rusak dan bahkan terancam putus karena tidak mampu menahan beban kendaraan dengan muatan material.
"Tak hanya itu, kerusakan alam juga dapat menjadi ancaman dimana lokasi galian tepat di kaki gunung Lolombulan. Belum lagi ancaman tanah longsor akibat galian C. Kami lihat pihak penambangan tidak mau ambil pusing dengan kondisi yang terjadi saat ini, mereka hanya mau untung saja sementara tidak memperhatikan dampak yang ditimbulkan," jelasnya.
Camat Motoling Barat, Jerry Sengkey, saat dihubungi terkait masalah ini mengatakan beberapa waktu lalu masyarakat sudah menyampaikan keluhan padanya. Dan ini menurut dia ini menjadi perhatian pemerintah kecamatan dan desa.
"Masalah ini juga sudah saya sampaikan ke Dinas Pertambangan dan Energi (Distamben). Dari Polsek Motoling juga sudah datang menegur dan memberikan batas waktu untuk melapor," kata Sengkey. (jerry sumarauw)



































