Pencarian Korban Pasca Bencana Sangihe Terus Berlanjut

Pasca Bencana, Sudah 3 Korban Tewas Ditemukan


Tahuna, ME

Pasca bencana alam yang terjadi Selasa (21/6) di Kabupaten Kepulauan Sangihe, pencarian korban pun digenjot aparat bersama pihak terkait. Hal ini disampaikan oleh Kapenrem 131/Santiago, Mayor Inf Farhan Ali, Kamis (23/6) malam.

 

"Pencarian dipimpin oleh Kasdim 1301 Satal, Mayor Inf Nicolein Tumeleng bekerja sama dengan Polres, Tim SAR, BNPB, Tagana dan masyarakat," sebut Ali melalui rilisnya.

 

Kapenrem menjelaskan, cuaca ekstrim, hujan yang disertai angin kencang mulai melanda sejak Senin (26/1). "Akibatnya, banjir bandang dan tanah longsor menerjang sejumlah pemukiman di wilayah Kodim 1301 Satal. Seperti di Sawang Benar Kecamatan Tahuna dan Kelurahan Tapuang Kecamatan Tahuna Timur," ungkapnya.

 

Pasukan Kodim 1301 bersama pihak terkait lakukan pembersihan puing-puing rumah yang hancur secara teliti. Sambil mencari korban jiwa yang sampai saat ini belum ditemukan, mungkin saja tertimbun puing-puing ataupun tanah longsor.

 

 

"Pencarian dilakukan dengan melibatkan kurang lebih 350 orang. Anggota Kodim 1301 Satal sebanyak 142 anggota, Polres 60 personil, BPBD berjumlah 30, Tagana ada 20 serta 50 warga masyarakat dan instansi terkait lainnya," urai Ali.

 

Berdasarkan data yang dihimpun Kodim 1301 Satal menyebutkan, di Kelurahan Sawang Benar Kecamatan Tahuna terdapat 23 rumah rusak parah dan 2 korban jiwa. Atas nama Rene Agumanis (65) dan Moey Gagaube (51). Sedangkan Kelurahan Tapuang Kecamatan Tahuna Timur, 1 korban jiwa atas nama Lenye Awumbas dan 3 unit rumah rusak. Hingga berita ini diturunkan, pencarian korban masih tetap berlanjut. (vidi sorongan)



Sponsors

Sponsors