Foto: Foto bersama usai Rakor.
Lumowa Pimpin Rakor Pengelolaan Hutan Kota Sejuk
Tomohon, ME
Asisten Ekonomi dan Pembangunan Kota Tomohon, Ronny Lumowa SSos MSi menuturkan, hutan Indonesiamerupakan paru-paru dunia terbesar kedua setelah Brasil. Hutan adalah kekayaan alam dan sumber kehidupan. Untuk itu, dirinya mendorong agar pemanfaatannya harus optimal dan teratur.
"Dengan menjaga dan melestarikan alam termasuk hutan, kita akan aman, nyaman serta terhindar dari bencana yang dapat merengut harta dan nyawa," ujar Lumowa saat memimpin rapat koordinasi (Rakor) pengelolaan hutan di ruang pertemuan, Kantor Asisten 2, Rabu (22/6).
Pakar lingkungan hidup Sulawesi Utara, Ir Martina Langi MSc dalam menyampaikan materi, sesuai RKTP, hutan Tomohon memiliki luas total 14664,20 Ha. Hutan lindung 307.74 Ha dan untuk produksi seluas 229.26 Ha.
Kata Langi, Pengelolaan Hutan Berkelanjutan (PHB) adalah penataan hutan sesuai dengan prinsip pembangunan secara terus-menerus. "Mengurus atau menggunakan hutan dan lahan dengan cara mempertahankan keanekaragaman hayati yang ada. Produktifitas, kapasitas generasi, vitalitas dan potensinya untuk memenuhi keadaan sekarang hingga di masa depan," urainya.
Ditambahkannya, pengelolaan hutan dan kelestariaanya harus selalu melibatkan pemerintah bersama masyarakat, pengusaha, organisasi kemasyarakatan, sekolah perguruan tinggi dan elemen terkait lainnya.
"Adapun hal yang dibutuhkan dalam pelestarian hutan, di antaranya target pemerintah untuk menurunkan emisi gas rumah kaca sebesar 26 persen pada Tahun 2020. Terutama, menekan penyebab bencana yang kini semakin sering terjadi, seperti banjir, tanah longsor, kekeringan," pungkas Langi yang juga mantan Kepala Badan Lingkungan Hidup Kota Tomohon. (hendra mokorowu)



































