Dihantam Gelombang Air Laut, Sejumlah Rumah dan Perahu Nelayan Rusak
Amurang, ME
Cuaca ekstrem hujan disertai angin yang terjadi di Kabupaten Minahasa Selatan (Minsel) mengakibatkan kerugian bagi warga. Sejumlah rumah dan perahu nelayan rusak diterjang ombak setinggi tiga meter di pesisir pantai Amurang, Selasa (22/6). Bukan hanya itu, hujan yang turun sejak Senin lalu menyebabkan perahu nelayan hilang terseret arus laut.
Data yang masuk di Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Minsel, setidaknya ada satu rumah dan satu perahu beserta alat tangkap dilaporkan rusak setelah dihantam gelombang pasang.
"Kejadian sekitar pukul 16.00 Wita di Kelurahan Ranomea, Kecamatan Amurang Timur dan mengalami kerugian ratusan juta," ujar Kepala BPBD Minsel, Handrie Komaling, saat memberi keterangan, Rabu (22/6).
Selain itu di Kelurahan Ranoyapo Kecamatan Amurang juga dihantam gelombang air laut. Di kawasan tersebut ombak yang besar bahkan menghantam rumah beberapa rumah warga yang berada disepanjang tepi pantai.
"Di Kelurahan Ranoyapo, ada empat rumah yang terkena dampak gelombang air laut. Satu rumah rusak berat dan tiga rumah rusak ringan," jelasnya.
"Sampai saat ini kami terus menunggu laporan dari masyarakat. Untuk itu kami menghimbau kepada pemerintah desa maupun kelurahan agar terus berkoordinasi dengan pemerintah kecamatan ketika terjadi bencana segera melapor kita membuka posko tanggap bencana," pesannya. (jerry sumarauw)



































