Warga Raanan Baru Minta Aktivitas Galian C Dihentikan


Motoling, ME

Merasa merusak lingkungan, warga Desa Raanan Baru, Kecamatan Motoling Barat meminta pemerintah daerah menghentikan aktivitas galian C di wilayah mereka. Aktivitas yang sudah berlangsung lama ini menimbulkan kekuatiran warga.


Kendaraan yang melintas baik roda dua dan roda empat di jalan ini harus ekstra hati-hati, karena kondisi galian C sudah berada pada kemiringan yang terjal dan rawan terjadi longsor.

"Akibat penambangan ini, selain merusak lingkungan juga berpotensi menimbulkan longsor dan memutus jalan utama Desa Raanan Baru dan Tondei," kata Ronald Onibala, warga setempat, saat memberi keterangan kepada wartawan, Senin (20/6).

Dia berharap Dinas Pertambangan dan Energi (Distamben) segera turun lapangan dan melihat langsung aktivitas galian C tersebut.

"Harus ada tindakan tegas dari pemerintah. Jika ini dibiarkan akan menimbulkan bencana dimasa yang akan datang," katanya.

Sammy Kumayas warga yang lain juga mengungkapkan akibat aktivitas galian C kondisi jalan menjadi rusak parah karena setiap hari dilalui kendaraan truk yang mengangkut material.


"Ini tidak bisa dibiarkan, pemerintah harus bertindak dan segera menghentikan mereka, apalagi galian C tersebut diduga tidak mengantongi izin," ungkapnya.

Disepanjang jalan tersebut dia mengatakan terdapat tiga titik yang dijadikan tempat untuk mengambil material.

"Sangat disayangkan jalan yang baru dibangun sudah rusak parah akibat aktivitas galian C. Belum lagi dampak dari dari galian C ini yang merusak lingkungan dan menimbulkan ancaman bagi pengguna jalan," ujarnya. (jerry sumarauw)



Sponsors

Sponsors