Foto: Decky Keintjem.(Ist)
Distanak Dorong Poktan Segera Masukan RDKK
Amurang, ME
Masalah kekurangan pupuk bersubsidi memang selalu menjadi kendala para petani di Kabupaten Minahasa Selatan (Minsel). Hampir setiap tahun mereka mengeluh karena susahnya medapatkan pupuk untuk kebutuhan lahan pertanian.
Melihat persoalan tersebut, Dinas Pertanian dan Peternakan (Distanak) Minsel mendorong Kelompok Tani (Poktan) untuk memasukan Rencana Definitif Kebutuhan Kelompok (RDKK). Hal tersebut dimaksudkan agar kebutuhan pupuk bagi kelompok dapat terpenuhi.
"Kebutuhan pupuk bersubsidi tergantung dari RDKK. Jadi apa yang dimasukan itu yang diusulkan. Kami berharap petani secepatnya membuat RDKK dan kelompok harus aktif dan berkoordinasi dengan Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) masing-masing desa. Tanpa RDKK dan uang, pupuk tidak akan disalurkan," jelas Kepala Distanak Minsel Decky Keintjem, saat memberi keterangan, Selasa (14/6).
Selama ini dia mengungkapkan dari sekian banyak Poktan yang ada di Minsel, hanya sedikit yang memasukan RDKK. Sementara itu disaat bantuan pupuk subsidi sudah ada kelompok ramai-ramai melakukan permintaan.
"Tahun lalu saja yang memasukan RDKK hanya sedikit. Jadi jika terjadi kekurangan pupuk subsidi itu sebenarnya kesalahan dari Poktan sendiri yang tidak memasukkan RDKK. Tentu yang berhak menerima pupuk subsidi mereka yang memasukan RDKK," terangnya.
Penyusunan RDKK menurut dia wajib dilakukan semua Poktan kerena itu merupakan kegiatan strategis yang harus dilaksanakan secara serentak dan tepat waktu. Dengan demikian apa yang menjadi kebutuhan Poktan benar-benar diketahui dan bisa terpenuhi.
"Peran PPL harus aktif memberikan pengertian kepada petani. Saat ini memang diperlukan dorongan agar Poktan memasukan RDKK. Mengingat kemampuan Poktan dalam penyusunan masih terbatas tentu Poktan butuh pendampingan dari penyuluh pertanian untuk membimbing mereka," ujar Keintjem. (jerry sumarauw)



































