Foto: Franky Wongkar
Wabup: Upaya Pengendalian Penduduk Dibutuhkan Kerjasama Dengan Semua Pihak
Sosialisasi KB-P3A
Amurang, ME
Dalam rangka mengendalikan jumlah penduduk yang ada di Minahasa Selatan (Minsel), Badan Keluarga Berencana Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KB-P3A) Minsel menggelar sosialisasi dan penandatanganan kerjasama di bidang kependudukan, keluarga berencana dan pembangunan keluarga, Rabu (8/6) di Aula Kantor Bupati lantai empat.
"Upaya pengendalian penduduk dibutuhkan kerjasama dari semua pihak. Pelaksanaan program ini kiranya bisa memberikan manfaat bagi masyarakat. Oleh karena itu dibutuhkan sinergitas antara pemerintah daerah (Pemda) dengan Badan KB-P3A serta instansi terkait," kata Wakil bupati (Wabup) Franky Donny Wongkar saat membuka kegiatan tersebut.
Dengan adanya sinergitas, dia menuturkan maka akan ada pengawasan bersama dalam rangka pengendalian penduduk.
"Kita saling membutuhkan satu dengan yang lain. Baik tokoh agama, tokoh adat, maupun tokoh kepemudaan yang memiliki kepedulian tinggi terhadap program kependudukan ini harus memiliki peran yang dapat memberikan pengertian kepada masyarakat luas," jelasnya.
Dia berharap fokus dari program pembangunan keluarga difokuskan pada masyarakat yang kurang mampu, yang seharusnya menjadi prioritas program.
Sebagai pembicara pada kegiatan itu, Kaban KB-P3A Audy AK Emor, dan Kepala Bidang Keluarga Sejahtera dan Pemberdayaan Keluarga. Dalam materi yang dia sampaikan penduduk dengan jumlah besar sebenarnya tidak memiliki dampak yang negatif jika sebagian besar SDM-nya memiliki kualitas.
"Pada intinya penduduk yang besar dan berkualitas akan menjadi modal pembangunan yang baik. Sebaliknya jika penduduk yang besar namun tidak berkualitas hanya akan menjadi beban dalam pembangunan," terang Emor.
Membludaknya penduduk menurut dia menuntut kebutuhan banyak aspek yang harus dipenuhi pemerintah kepada masyarakat.
"Pemerintah harus menjamin kebutuhan warganya meliputi sarana pendidikan, kesehatan, ekonomi dan lain-lain. Masalahnya dengan jumlah penduduk terlalu besar dapat mengakibatkan berbagai prasarana yang ada tidak mampu disediakan karena tidak dibarengi dengan kualitas sumber daya manusia (SDM)," paparnya.
Dia mengatakan, adapun strategi untuk mengendalikan kependudukan yaitu dengan menerapkan program keluarga berencana. Selain itu aspek pembangunan keluarga juga harus diperhatikan. Mengingat banyaknya permasalahan keluarga dalam hal ini masalah-masalah remaja yang tidak menjadi perhatian bagi para orangtua.
"Untuk itu kami juga mensosialisasikan mengenai permasalahan remaja mengenai seksualitas, HIV/AIDS dan narkoba agar secara bersama-sama diawasi secara ketat oleh keluarga," kunci Emor.
Kegiatan ini dihadiri kurang lebih seratus perserta yang terdiri dari organisasi masyarakat (Ormas), organisasi profesi, orgnisasi kepemudaan, pengurus bayangkari, dan tim penggerak PKK. (jerry sumarauw)



































