Pemkot Gencar Wujudkan Program Kesehatan Bagi 100 Persen Masyarakat
Tomohon, ME
Program Wali Kota (Walkot) Tomohon, Jimmy F Eman SE Ak bersama Wakil Wali Kota (Wawalkot) Syerly Adelyn Sompotan dalam bidang kesehatan telah mencover 70 persen masyarakat Kota Bunga yang berjumlah kira-kira 102 ribu jiwa. Hal ini disampaikan oleh Kepala Dinas Kesehatan dan Sosial dr Deesje Liuw M Biomed di ruang kerjanya.
Kata Liuw, saat ini Walkot dan Wawalkot Tomohon telah merealisasikan janji kampanye dalam bidang kesehatan. Khususnya program Universal Coverage untuk menjamin kesehatan masyarakat. Termasuk para tenaga kontrak di Kota Tomohon serta aparat kelurahan yang belum tercover BPJS dan Jamkesmas.
"Semuanya telah tercover dalam APBD Pemerintah Kota Tomohon. Jadi, para tenaga kontrak tidak lagi membayar iuran BPJS dan mendapatkan pelayanan kelas 3," ungkap Liuw.
Kadiskesos mengingatkan, seluruh tenaga kontrak di jajaran Pemkot Tomohon yang belum memiliki Kartu BPJS agar segera memasukkan kelengkapan administrasi kependudukan ke dinas. Ini sebagai syarat untuk pengurusan dan pengisian data peserta BPJS Kesehatan.
"Yang menjadi kendala selama ini adalah data dari para tenaga kontrak yang belum dimasukkan. Begitu juga, data yang diberikan berbeda dengan di sistem BPJS dapat mempengaruhi proses penerbitan kartu peserta," ujar Liuw.
Di dalam program kesehatan dari Eman dan Sompotan juga telah mengikutsertakan para petugas kebersihan. Semuanya dicover pemkot, hanya saja mereka tidak memasukkan data-data administrasi yang diminta sejak tahun yang lalu.
"Petugas penyapu jalan dan pengangkut sampah sudah diminta memasukan data-data mereka untuk pengurusan kartu BPJS. Akan tetapi, hanya sekitar 15 orang yang mengumpulkan data. Itu yang menyulitkan pengurusan kartu BPJS," akunya.
Dikabarkan, pada pertemuan dengan BPJS di April 2016, Walikota berharap tahun ini akan mengcover 100 persen masyarakat. Ini sudah dianggarkan dalam APBD bersama DPRD, yakni 5 Milyar Rupiah.
Terkait hal ini, atas nama Pemkot Tomohon, Kabag Humas FF Lantang SSTP melalui Kasubag Humas Djufry Rorong SSos mengingatkan para lurah untuk menyampaikan ke masyarakat soal pentingnya mengurus administrasi kependudukan. Administrasi yang dimaksud, yakni KTP, KK, Akte dan dokumen kependudukan lainnya. (hendra mokorowu)



































