Foto: Aksi demo GMKI Manado berlangsung panas. Sejumlah mahasiswanya terkena pukulan, beberapa pendemo diamankan.
Demo Ricuh, Aktivis GMKI Bentrok Dengan Aparat
Kritik ‘Kebebasan’ Oknum Legislator Terseret Narkoba
Manado, ME
Demonstrasi yang dilakukan puluhan aktivis Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia (GMKI) Manado, berakhir ricuh. Sejumlah aktivis jadi korban. Sementara itu, sejumlah pendemo diciduk aparat. Rabu (1/6), suasana Kantor Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Manado ‘tegang’.
Tensi ruang paripurna DPRD Manado meninggi. Unjuk rasa yang dilakukan aktivis GMKI Manado, berujung masalah. Adu jotos antara pendemo dan aparat Kepolisian tak terhindari. Diduga, masa pendemo sempat melakukan perlawanan terhadap aparat. Bahkan, diakui salah satu anggota Kepolisian, jika pimpinan mereka yakni Kabag Ops Polresta Manado Kompol Dewa Pugana, didorong paksa. Selain itu, Polisi menilai aksi tersebut tidak memiliki izin.
Sebagian mahasiswa dari berbagai disiplin ilmu diamankan setelah negosiasi dengan Polisi mengalami jalan buntu. Aksi percakapan berubah menjadi dorong-dorongan bahkan perkelahian. Kondisi ini berlangsung cepat hingga di luar ruangan. Teranyar, fasilitas Sekretariat DPRD ikut dirusak pendemo. Antara lain, papan nama Cicilia Longdong (CL) dipiloks warna biru kemudian daun pintu ringsek karena dorongan.
Ketua GMKI Manado, Hizkia Sembel yang menjadi motor aksi tersebut, menyampaikan 3 tuntutan pendemo, yakni mempertanyakan oknum Anggota DPRD Manado, Cicilia Longdong sebagai tersangka narkoba yang masih berkeliaran di Kota Tinutuan. "Desakan ke pimpinan fraksi dan pimpinan DPRD agar segera memberikan sanksi terhadap oknum CL bisa keluar," teriak Sembel yang disambut riuh rekan-rekannya.
Selain itu, belum adanya komposisi Badan Kehormatan (BK) DPRD Manado. Selanjutnya mengecam tindakan pimpinan fraksi partai dan pimpinan DPRD Manado yang melakukan pembiaran terhadap anggota dewan yang terbukti menggunakan juga menyimpan barang haram. Apabila tidak diindahkan, aksi dengan gelombang massa yang lebih besar akan dilakukan. Selanjutnya, mengajak seluruh GMKI se-tanah air untuk mengadvokasi permasalahan ini.
Cukup lama Sembel menyampaikan pernyataan. Tak lama kemudian, rekan-rekannya ikut memegang mikrofon dan berorasi. Awalnya, mereka berorasi di luar ruangan. Suasana panas setelah mereka masuk ruangan sambil berteriak mengeluarkan pendapat sampai di ruang paripurna. Saat berada di dalam ruangan, gelagat panas berkumandang. Sampai ada pendemo mengambil papan nama CL kemudian menyemprot dengan piloks sampai tulisannya hilang dari warna kuning keemasan.
Anggota DPRD Manado, Fanny Mantali didampingi Roy Mantiri dan lainnya menghampiri para pendemo. Mereka menyampaikan jika pimpinan dewan tidak berada di tempat karena tugas ke luar daerah. Namun, para mahasiswa menjawab, jika pimpinan tak ada berarti ada Ketua Fraksi Demokrat di Manado dan keberadaannya sudah mereka deteksi.
Seketika itu muncul, Wakil Ketua Fraksi Partai Demokrat, Anita de Blouwe sembari menyampaikan kalau dirinya bisa menjadi perwakilan untuk menerima aspirasi. Kembali hal tersebut ditampik. Sampai Kepolisian melakukan negosiasi hingga terjadinya aksi penangkapan paksa.
Dalam bentrok yang terjadi. Sejumlah aktivis GMKI terlihat berdarah. Ada yang luka di bagian kepala, wajah hingga punggung. Tindakan aparat tersebut memantik reaksi berang dari berbagai elemen masyarakat. Di media sosial facebook, bertaburan kecaman warga terhadap aparat. Para penegak hukum dinilai tak pantas melakukan tindakan kekerasan terhadap para aktivis. Apalagi mereka sedang berjuang melawan kejahatan narkoba yang menjadi musuh bersama bangsa Indonesia. (tim me)



































