Deprov Endus Ketimpangan Perekrutan Mahasiswa Baru di Unsrat


Manado, ME

Banyaknya laporan miring soal Universitas Sam Ratulangi (Unsrat) Manado membuat para wakil rakyat Sulut menggelar hearing bersama lembaga pendidikan tersebut, baru-baru ini, di ruang rapat kantor dewan Sulut. Dalam pertemuan itu para legislator Komisi IV mempertanyakan beberapa masalah yang menjadi aspirasi masyarakat.


Sekretaris Komisi IV, Fanny Legoh, menyarankan, agar Unsrat dapat mempertahankan wibawanya sebagai lembaga pendidikan nomor satu di tanah Nyiur Melambai. Hindari penyelewengan dalam penerimaan mahasiswa. Ia meminta, tanggung jawab para pimpinan supaya menghasilkan lulusan-lulusan yang memiliki kemampuan dan mampu bersaing. “Dikarenakan, ketika ada pertemuan di pusat saya pernah mendengar. Ada terungkap dari sana seorang professor di Unsrat yang copy skripsi milik satu mahasiswanya,” tukas Legoh.

“Jangan jadikan Unsrat ada transaksi intelektual di sana,” tambah Legoh.

Selain itu, anggota dewan Komisi IV, Herry Tombeng juga mempertanyakan sejauh mana bantuan dari pemerintah ke perguruan tinggi ini. “Perlu dilaporkan berapa. Kira-kira dana APBD (Anggaran Pendapatan Belanja Daerah) dan APBN (Anggaran Pendapatan Belenja Negara) apa-apa semua yang masuk di sana. Supaya semua tahu,” ujar Tombeng.


Menanggapi hal itu Rektor Unsrat, Ellen Kumaat menjelaskan, dirinya menjamin  dalam penerimaan nanti tidak akan ada calo. Kalau ditemui maka pihaknya akan memberikan sanksi yang tegas. “Saya tidak tahu berapa, siapa dan buktinya mana untuk laporan mengenai ada professor yang menjiplak skripsi mahasiswa,” ungkap Kumaat.


“Kalau anggaran APBD. Sebenarnya kami ingin membuat aula tapi dipikir tidak cukup. Untuk dana APBN mungkin belum ada,” jelas Kumaat. (tim me)



Sponsors

Sponsors