Sosialisasi MPR, Brani Tegaskan NKRI Harga Mati


Jakarta, ME

Senator Sulawesi Utara (Sulut) Benny Rhamdani kembali menjalankan tugasnya sebagai anggota Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) dalam memasyarakatkan ketetapan MPR, memasyarakatkan Pancasila, UUD NRI 1945, NKRI, dan Bhineka Tunggal Ika, mengkaji sistem ketatanegaraan, UUD NKRI dan menyerap aspirasi masyarakat berkaitan dengan pelaksanaan UUD NRI Tahun 1945.

 

Kali ini Brani menggelar Sosialisasi MPR di Bolaang Mongondow, 15-17 Mei 2016. Perhelatan ini dikemas bersama Gerakan Pemuda Ansor. Kesempatan ini Brani sapaan akrab Benny, banyak berbicara dan menyosialisasikan empat pilar.

 

Menurutnya, kegiatan ini bertujuan mengajak semua lapisan masyarakat untuk mengkampanyekan bela negara untuk mencegah dan mewaspadai adanya gerakan-gerakan yang terindikasi makar dan merongrong keutuhan NKRI serta gerakan radikalisme dikalangan masyarakat.

 

Adanya gerakan-gerakan yang ingin mengubah dasar negara merupakan ancaman laten yang harus diwaspadai.

 

“Pancasila, Bhineka Tunggal Ika, NKRI dan UUD 1945 merupakan hasil consensus para pendiri bangsa yang harus kita rawat bersama," ungkap Wakil Ketua Komite I DPD RI ini.

 

Brani menyadari bahwa saat ini ideologi-ideologi transnasional tumbuh subur di berbagai daerah. Sementara negara tidak melakukan tindakan tegas terhadap ideology yang anti Pancasila.

 

"Tentu hal ini merupakan ancaman nyata yang harus diwaspadai” tegasnya.

 

Dalam kesempatan tersebut, Brani meminta kepada semua pihak agar pro aktif menjaga keutuhan NKRI dari kelompok-kelompok yang anti Pancasila serta ancaman radikalisme maupun terorisme.

 

"Kita harus menjaga keutuhan NKRI. NKRI harga mati," pungkas Brani. (happy karundeng)



Sponsors

Sponsors