Terbaik Dalam O2SN, SMP Katolik Tompasobaru Wakili Minsel
Berharap Ada Perhatian Dikpora
Tompasobaru, ME
Behasil menjadi juara pertama volly ball dalam kegiatan Olimpiade Olahraga Siswa Nasional (O2SN) tingkat kabupaten, SMP Katolik Santo Paulus Tompasobaru akan mewaliki Minahasa Selatan (Minsel) di tingkat Provinsi. Meski tampil dengan segala keterbatasan namun prestasi tetap ditunjukan para siswa. Setidaknya dalam dua tahun terakhir mereka bisa menjadi terbaik dengan meraih juara pertama ditingkat kabupaten.
Marsel Kaparang, guru sekaligus pelatih tim volly ball mengatakan sejauh ini persiapan para siswa yang akan mengikuti lomba terus digenjot untuk meraih sukses. Meski fasilitas volly ball di sekolah tidak memadai tetapi mereka akan berusaha memberikan yang terbaik. Yang menjadi kendala justru masalah dana. "Yang kita harapkan hanya perhatian dari dinas soal persiapan dalam pengadaan fasilitas yang dibutuhkan agar para peserta dapat mempersiapkan diri dan tentunya bisa berkontribusi menjadikan Minsel hebat dan terdepan," terang Kaparang kepada wartawan, Kamis (26/5).
Selain pihak sekolah, sebelum tampil ditingkat provinsi nanti, ada nada kecewa dari kalangan orang tua siswa dimana Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Dikpora) Minsel dinilai terkesan tidak peduli dengan persiapan para siswa yang akan mengikuti O2SN. "Bagaimana mau dikatakan Minsel hebat dan terdepan jika persipan saja seperti ini. Di kabupaten/kota lain semua disiapkan oleh dinas. Seperti uang trasportasi yang disiapkan hanya dari Amurang ke Manado sementara untuk dari Tompasobaru ke Amurang tidak disiapkan begitu juga masalah kostum yang akan dipakai dalam pertandingan nanti tidak dipersiapkan sama sekali oleh dinas," keluh Bobby Rengkung salah satu orang tua siswa kepada wartawan, Kamis (26/5).
Dia menilai persiapan Minsel untuk O2SN tingkat provinsi belum maksimal. Kinerja Dikpora menurut dia patut dipertanyakan, karena apa yang disampai-sampaikan bupati tidak sesuai dengan harapan. Dimana bupati Christiany Eugenia Paruntu selalu memberikan perhatian bagi sekolah maupun para siswa yang berprestasi dalam segala bidang. "Kami berharap Dikpora bisa melihat apa yang menjadi kekurangan-kekurangan tersebut. Kenapa kabupaten kota lain bisa sementara Minsel tidak," tukasnya. (jerry sumarauw)



































