Foto: Lokasi pencetakan sawah baru di Desa Poopo Kecamatan Ranoyapo, namun sayangnya belum ada saluran irigasi
Warga Poopo Pertanyakan Pencetakan Sawah Tanpa Irigasi
Amurang, ME
Pemerintah pusat lewat Kementerian Pertanian bersama Tentara Nasional Indonesia (TNI) tengah mewujudkan pencetakan sawah baru hampir diseluruh provinsi. Di Kabupaten Minahasa Selatan (Minsel) pencetakan sawah ini sudah dimulai sejak bulan Maret lalu.
Setidaknya sampai saat ini sudah ada dua lokasi yang telah dilakukan pencetakan sawah oleh TNI yakni di Desa Mopolo Esa dan Desa Poopo Kecamatan Ranoyapo. Namun sayangnya pencetakan sawah ini belum didukung dengan saluran irigasi. Warga mempertanyakan kenapa sawah sudah dicetak sementara irigasi belum disiapkan.
Dengan kondisi seperti warga beranggapan ini namanya bukan cetak persawahan tapi cetak permasalahan. Seharusnya menurut warga pencetakan sawah harus bersamaan dengan pembangunan irigasi sebagai sarana penunjang pengairan. "Percuma ada sawah baru kalau tidak ada irigasi. Bagaimana petani mau menanam padi kalau tidak ada air," ketus Albert Manajang, warga Desa Poopo, saat memberi keterangan, Rabu (25/5).
Dia mengatakan tidak mengerti mengapa Dinas Pekerjaan Umum (PU) belum juga membuat saluran irigasi. Padahal menurut dia di lokasi tersebut sudah pernah dibuat saluran irigasi pada tahun 1998. Tapi saat ini irigasi tersebut sudah tidak berfungsi lagi. "Tahun 1998 Desa Poopo sudah pernah disentuh dengan bantuan oleh pemerintah pusat. Sebagian dana digunakan untuk membuat irigasi sepanjang 1.300 meter di areal yang sekarang dijadikan pencetakan sawah baru. Jadi irigasi sebenarnya sudah ada tinggal bagaimana dari dinas PU melihat irigasi tersebut," jelas mantan Hukum Tua (Kumtua) Desa Poopo ini.
Untuk itu dia berharap pemerintah lewat instansi terkait dapat melihat kendala yang ada sekarang. Karena itu dia menambahkan jika ini tidak ditindaklanjuti program ini dianggap tidak berhasil. "Sebenarnya kita sangat bersyukur dengan adanya program ini. Namun kita berharap apa yang menjadi kendala saat ini bisa diperhatikan," harapnya.
Sementara itu Kepala Dinas Pertanian dan Peternakan (Distanak) Minsel Decky Keintjem saat ditemui mengatakan terkait masalah ini akan segera berkoordinasi dengan Dinas PU. "Akan diupayakan berkoordinasi dengan Dinas PU segera membuat irigasi. Sambil menunggu irigasi, kita sarankan untuk sementara warga dapat memanfaatkan lahan tersebut ditanam padi ladang, kedele dan jagung," saran Keintjem. (jerry sumarauw)



































