Foto: Boy Tumiwa (Foto: Ist)
Deprov 'Kuliti' PLN Sulutenggo
Manado, ME
Janji-janji Perusahaan Listrik Negara (PLN) Sulawesi Utara, Tengah dan Gorontalo (Sulutenggo) masih 'manis di bibir'. Buaian meninabobokan itu belum juga terbukti di alam nyata.
Fakta itu dikritisi para wakil rakyat, saat Komisi III Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Sulawesi Utara (Sulut) melakukan dengar pendapat dengan PLN Sulutenggo. Dalam pembahasan tersebut, anggota dewan provinsi (Deprov) menyorot pemadaman yang masih saja terjadi di daerah Nyiur Melambai.
Personil Komisi III, Boy Tumiwa menegaskan, hingga kini PLN belum benar-benar menjawab kebutuhan masyarakat sesuai dengan ucapan sebelumnya bahwa kedatangan kapal pembangkit listrik akan menggenjot penambahan daya di Sulut. “Penyampaian dahulu soal listrik, alasannya masih terus sama, selalu klasik,” ungkap Tumiwa.
Dirinya juga menanyakan mengenai kesiapan PLN ketika daya pembangkit listrik kapal yang dari Turki tersebut habis. “Bagaimana nantinya progres ke depan setelah habisnya kapal Turki itu,” ungkapnya.
General Manager (GM) PT PLN Sulutenggo, Baringin Nababan ketika dikonfirmasi, mengaku sedang mengupayakan penambahan daya hingga 500 megawatt (MW). Dari penjelasannya, di tahun ini akan masuk 30 MW di Amurang dan Pembangkit Listrik di Lahendong 50 MW. “Di tahun depan 2017 akan masuk lagi Amurang 30 MW, Lahendong sekitar 50 MW, sudah 100 megawatt di situ. Pada saat yang sama di 2017 akan masuk di anggrek Gorontalo 2x25 atau 50 MW sudah 150. Kalaupun ada molor tetapi tetap akan tersedia,” tuturnya. (tim me)



































