Foto: Pembalakan liar di hutan lindung Lolombulan
Sumber Mata Air Terancam, Wabup Minta Dishut Tinjau Lokasi Pembalakan
Amurang, ME
Pembalakan liar di hutan lindung Lolombulan memang menimbulkan kekuatiran bagi masyarakat sekitar. Seperti halnya yang dirasakan warga Desa Tiniawangko, Kecamatan Sinonsayang. Warga berharap ada upaya dari pemerintah daerah lewat instansi teknis mengungkap siapa pelaku pembalakan yang mengancam sumber mata air desa mereka.
Keluhan warga ini langsung direspon wakil bupati (Wabup) Minahasa Selatan (Minsel) Franky Donny Wongkar. Kepada wartawan Wabup mengatakan sudah memerintahkan Kepala Dinas Kehutanan (Dishut) agar segera turun tangan dan langsung meninjau lokasi. "Setelah baca media sosial saya langsung perintahkan Kadis Kehutanan tinjau lokasi pembalakan," kata Wongkar.
Dia mengatakan Dishut jangan hanya dengar laporan dari hukum tua (Kumtua), tapi harus pergi ke lapangan. "Sekarang tinggal kejujuran dan keterbukaan dari pemerintah dan masyarakat siapa sebenarnya pelaku sampaikan ke pemerintah," jelasnya.
Nantinya dia menambahkan, pemerintah akan mengambil tindakan. Karena menurut dia semua tentunya menginginkan hutan lindung tetap terjaga.
"Akibat penebangan liar ada kerusakan lingkungan. Kerusakan lingkungan mengakibatkan sumber mata air berkurang," tandasnya. (jerry sumarauw)



































