Foto: Gunung Awu di Pulau Sangihe
Gunung Awu Mengancam
Pemerintah Siap Evakuasi Warga
Tahuna, ME
Geliat Gunung Awu semakin mengkhawatirkan banyak pihak. 'Ekspresi' mengancam yang diperagakannya beberapa waktu belakangan, mengusik masyarakat Pulau Sangihe. Sampai akhir pekan lalu, Gunung Awu berstatus Siaga, Level III. Kondisi ini memaksa pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sangihe dan sejumlah pihak berkompeten mengambil langkah serius.
Pemkab bersama dengan Badan Geologi Bandung serta Kantor Pos Pengamatan Gunung Awu Sangihe, bersama jajaran Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) teknis terkait, serta satuan tugas (Satgas), melakukan pertemuan guna membahas mengenai kemungkinan-kemungkinan yang akan terjadi dengan aktivitas Gunung Awu.
Pertemuan tersebut dipimpin langsung oleh Kaban Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sangihe, Reintje Tamboto, serta unsur TNI/Polri. Pokok pembahasan di antaranya mengenai himbauan siap siaga untuk daerah pemukiman yang berjarak sekitar 4 km dari Gunung Awu, serta berbagai persiapan terkait apabila Gunung Awu meletus.
Pada kesempatan itu, Badan Geologi Bandung melalui Agus Solichin, diminta menjelaskan mengenai status Gunung Awu yang sebenarnya serta kemungkinan-kemungkinan yang akan terjadi ke depan sehingga masyarakat memiliki informasi yang serius terkait dengan status yang saat ini dimiliki oleh Gunung Awu.
Sementara itu, Kabag Ren Polres Sangihe, Kompol Swengly Ngantung dalam pertemuan tersebut meminta seluruh aparat TNI/Polri yang nantinya akan terlibat dalam evakuasi agar diberikan bantuan pakaian anti api. Hal seperti ini dimaksudkan untuk mendukung operasional petugas yang ada di lapangan apabila benar-benar terjadi letusan Gunung Awu.
Kesimpulan dari pertemuan ini, Pemkab menseriusi akan keberadaan Gunung Awu, para petugas atau SKPD yang terkait dalam keikutsertaan penanganan Gunung Awu benar-benar dapat dipersiapkan dengan baik sehingga seluruh penanganan tidak ada masalah.
Sekretaris Kabupaten (Sekab) Sangihe, Edwin Roring SE ME, saat ditemui mengatakan, terkait dengan status yang ada saat ini untuk Gunung Awu, kiranya semua instansi terkait yang ada, benar-benar mempersiapkan semua sesuai dengan tupoksi dari masing-masing instansi yang ada. "Untuk seluruh wilayah kecamatan sudah membentuk tim di masing-masing wilayahnya, secara khusus bagi daerah pemukiman penduduk yang berada di kisaran radius 4 km," ungkap Roring.
Di sisi lain, dirinya juga meminta untuk meningkatkan komunikasi baik itu dengan personil TNI/Polri, maupun dengan petugas yang berada di Badan Geologi untuk mengikuti perkembangan mengenai status dari Gunung Awu.
Menurut salah satu staf PVMBG di Pos Pengamatan Gunung Karangetang Sitaro, G Tatipang, memang sampai saat ini untuk menaikan status atau menurunkan semua tergantung pada alat seismograf. "Gunung Awu saat ini memiliki kubah lava dengan panjang 250 meter, serta lebar 40 meter. Hal ini perlu diantisipasi, karena kalau letusan Gunung Awu hanya kecil tentunya tidak ada masalah, namun kalau letusan Gunung Awu sangat kuat, maka ditakutkan semburan lavanya akan mengeluarkan ribuan kubik material, yang tentunya dapat mengancam jiwa manusia. Hal ini perlu dipantau secara serius dan kontinyu, apalagi Gunung Awu terakhir meteletus pada tahun 2004," papar Tatipang.
Dikatakannya, kubah lava tumbuh di kawah hanya memperhambat kalau ada tremor atau aliran magma naik ke permukaan. "Namun syukur sampai saat ini keberadaan Gunung Awu masih belum ada tanda-tanda meningkatkan status, namun kita semuanya harus tetap waspada,“ pungkas Tatipang.(christian abdul)



































