Perang Sandi “Janur Kuning” Pecah di Kapoya


Kapoya, ME

Giat TMMD 2016 di Desa Wuwuk dan Kapoya terus berlanjut. Pada sabtu malam 21/5 pukul 18.30, manadoexpress.co mendapat info dari Posko TMMD Ke-96 TA. 2016 tentang kegiatan nonfisik yang sedang berlangsung di Desa Kapoya.

 

Karena penasaran dengan kegiatan tersebut, manadoexpress.co langsung bertolak dari Desa Wuwuk ke Desa Kapoya. Mengingat jalan penghubung Desa Wuwuk – Kapoya masih sementara dikerjakan oleh SATGAS TMMD 2016, manadoexpress.co memilih jalan lain dengan melewati desa Pinamorongan terlebih dahulu untuk kemudian sampai di desa Kapoya.

 

Jalur yang diambil manadoexpress.co dari Desa Wuwuk ke Kapoya (Lewat Desa Pinamorongan)

 

Memasuki kampung yang pernah mengharumkan nama Minahasa Selatan di tingkat nasional lewat lomba Desa/Kelurahan, terpantau banyak masyarakat yang berjalan kaki menuju ke lokasi kegiatan nonfisik.

 

Mengikuti arah masyarakat ke lokasi tersebut, sekitar 100 meter dari pusat kegiatan terdengar suara tembakan dan terlihat keramaian dipinggiran jalan dekat balai desa. Ternyata suara tembakan dan keramaian ini adalah kegiatan nonfisik yang di gelar dihalaman warga berupa pemutaran film berjudul “Janur Kuning”.

 

Janur Kuning adalah sebuah film drama perjuangan Indonesia yang diproduksi pada tahun 1979. Film yang disutradarai oleh Alam Rengga Surawidjaja ini dibintangi antara lain oleh Kaharuddin Syah, Deddy Sutomo dan Sutopo H.S.

 

Cover Film Janur Kuning

 

Film ini menceritakan tentang perjuangan kemerdekaan Indonesia dalam meraih kembali kemerdekaannya yang direbut kembali oleh pasukan sekutu. Latar belakang yang diambil adalah di sekitar peristiwa Enam Jam di Yogya. Tokoh-tokoh nyata yang ditampilkan di sini di antaranya adalah Soeharto, Jenderal Sudirman, dan Amir Murtono. Janur kuning adalah lambang yang dikenakan para pejuang di lengan sebagai tanda perjuangan kemerdekaan tersebut.

 

Dari pantauan manadoexpress.co, penonton dari berbagai kalangan mulai dari anak-anak sampai orang tua serius mengikuti jalannya film janur kuning ini. Ada yang duduk dihalaman, ada juga yang berdiri dipinggir jalan.

 

Penonton yang berdiri didalam dan luar halaman

 

Dilokasi pemutaran film, SATGAS TMMD 2016 yang terpantau manadoexpress.co adalah kordinator kegiatan nonfisik Mayor Inf. Masqen Abas, BABINSA Kapoya, dan Serma Jhonli Yakobus.

 

Saat ditemui manadoexpress.co  Abas bercerita terkait persiapan dan pembukaan pemutaran film “Janur Kuning” ini.

 

“pembukaan tadi dibuka dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya dengan sikap hormat, anak-anak dan warga diajarkan penghormatan pada saat mendengar lagu kebangsaan Indonesia Raya” ujar Abas.

 


Anak-anak dan warga diajarkan penghormatan saat menyantikan lagi kebangsaan Indonesia Raya

 

“Tujuannya adalah untuk menumbuhkan rasa cinta tanah air” tambahnya.

 

Pabung Tomohon ini juga mengapresiasi peran Hukum Tua dan perangkat Desa kapoya yang aktif selama pelaksanaan pemutaran film ini.

 

Jalannya film yang dipenuhi dengan adegan tembak menembak membuat suasana tegang, ada juga beberapa penonton yang merespon dengan beberapa kalimat.

 

“yahh,... kena dia” ujar salah satu penonton.

 

Selesai pemutaran film, Hukum Tua Desa Kapoya Marthen Sondakh Lao, S.pd memberi komentar kepada manadoexpress.co terkait kegiatan ini.

 

“pemutaran film ini bagus,.. ini menjadi bagian dari pendidikan sejarah, kalau dulu ada matapelajaran PSPB (Pendidikan Sejarah Perjuangan Bangsa)” ujar lao

 

“kalau dulu tahun 80-an, kami akrab dengan film ini, tapi anak-anak sekarang sudah tidak tahu lagi tentang film-film seperti ini” tambahnya

 

Mayor Inf. Masqen Abas menyambung komentar Hukum Tua dengan mengatakan “Perjuangan bangsa indonesia itu diketahui oleh anak muda sekarang  lewat pendidikan sejarah perjuangan bangsa (PSPB) yang dirangkum kedalam sebuah film”.

 

Anton Kumolontang selaku Kaur Ekonomi dan Pembangunan Desa Kapoya juga menambahkan, “pemutaran film ini sangat perlu, karena untuk mengembangkan rasa patriotisme para generasi muda. Dengan adanya pemutaran film ini akan timbul keinginan dari anak-anak untuk menjadi anggota TNI” jelas Anton.

 

Dari lokasi pemutaran film, Satgas TMMD 2016 dibawah Letkol Czi M. Andhy Kusuma,S.Sos kemudian diajak makan bersama di rumah keluarga Hukum Tua Desa Kapoya Marthen Sondakh Lao, S.pd. Disela sela makan bersama,  Hukum Tua mengingatkan kutipan dari Bung Karno “Jangan sekali-sekali meninggalkan sejarah”  Pabung Tomohon Mayor Inf. Masqen Abas juga menyambungnya “Karena bangsa yang besar adalah bangsa yang menghargai jasa pahlawannya”. (Vidi) 



Sponsors

Sponsors