Foto: Serah terima dari BPD Peruati Minahasa lama ke yang baru.
Bidik Sulut ‘Top Ten’ Kekerasan Perempuan dan Anak
BPD Peruati Minahasa Periode 2015-2019 Terbentuk
Manado, ME
Badan Pengurus Daerah (BPD) Perempuan Berpendidikan Teologi Indonesia (Peruati) Minahasa periode 2011-2015 telah selesai melaksanakan tugas pelayanan. Tongkat estafet kini berlanjut ke pengurus yang baru. Proses itu berlangsung dalam Konferensi Daerah (Konferda), yang bergulir di gedung Gereja Jemaat GMIM Abraham Sario Sentra, Jumat (20/5).
Palu kepemimpinan untuk empat tahun ke depan telah diserahkan kepada pengurus terpilih, Ketua Pdt J. Setlight M.Th, Wakil Ketua Pdt Evi Rawung STh, Sekretaris Ir Debby Momongan M.Min, Wakil Sekretaris Saartje Tombeg STh dan Bendahara Pdt Marlen Wongkar STh. “Kegiatan empat tahunan ini mengakhiri periode dan memulai periode baru. Kita memulai dahulu dengan ibadah yang dipimpin Riane Elean STh MSi. Kemudian dilanjutkan pertanggung jawaban dan akhir dari rangkaian kegiatan Konferda pemilihan pengurus baru,” ungkap Pdt Ruth Wangkai M.Th, Ketua BPD Peruati Minahasa sebelumnya yang kini menjalankan tugas sebagai Ketua Badan Pengurus Nasional (BPN) Peruati.
Dalam ibadah yang dipimpin Riane Elean itu diangkat bacaan dari kitab Ibrani 10:24. Ia mengingatkan, Persektuan Peruati merupakan rumah bersama perempuan berpendidikan teologi. Berjalannya pelayanan tersebut bukan karena pengurus yang hebat melainkan karena kebersamaan para anggota yang ada. “Manusia adalah makhluk sosial yang tidak lepas dari keterlibatan orang lain dalam melaksanakan tanggung jawabnya,” tandas Elean.
Sementara, Ketua BPD Peruati Minahasa yang baru, Pdt J. Setlight mengatakan, rasa syukur karena Konferda boleh terlaksana dan kepengurusan baru boleh terbentuk. Semuanya karena pertolongan Tuhan. Dikatakannya, terpilihnya mereka dalam BPD Peruati Minahasa merupakan suatu kepercayan dan penghargaan, sekaligus tanggungjawab.
“Kami meminta pertolongan Tuhan supaya keesaan dalam pengurus menjadi pengalaman iman menjalankan Peruati. Sangat mengharapkan semua dukungan anggota dan semua perempuan berpendidikan teologi di tanah Minahasa dalam rangka pemberdayaan perempuan bertelogi baik dalam gereja maupun masyarakat,” harap Pinontoan.
Terpisah, Sekretaris BPD terpilih Debby Momongan ketika diwawancarai menyampaikan, dirinya sangat berkesan dengan uniknya pemilihan yang berjalan karena terasa makna kekeluargaan dari sebuah persekutuan. “Banyak memberikan harapan, terutama dari para senior, anggota Peruati maupun pengurus pada pariode yang lalu. Peruati menaruh harapan kepada kami untuk menlanjutkan bahkan mengembangkan pekerjaan ini, memberdayakan perempuan berpendidikan teologi di tanah Minahasa untuk berkarya. Tidak hanya di jemaat tapi masyarakat, dalam mengambil peran di bidang politik, sosial dan sebagainya,” tegas Momongan.
Lanjut Momongan, ke depan harapannya Peruati tidak hanya melakukan kajian-kajian teologi feminis dan pengembangan kapasitas anggota. Melainkan juga dapat menjawab kebutuhan masyarakat yang konkrit. “Apalagi dengan adanya isu kekerasan perempuan dan anak. Kita ternyata di Sulawesi Utara berada di urutan ke sembilan soal kekerasan perempuan dan anak. Jadi masuk top ten. Ini menjadi input juga bagi kami. Supaya tidak hanya pengembangan teologi feminis. Tapi hadir dalam pengembangan dan penuntasan masalah di realitas sosial,” tutupnya. (tim me)



































