Kisah Unik SATGAS TMMD 2016 dan Masyarakat dibalik “Nobar” Ke-2 di Desa Wuwuk
Wuwuk, ME
Satgas TMMD 2016 kembali menggelar “Nonton Bareng” di Balai Desa Wuwuk. Acara yang dipandu oleh Serma Jonli Yakobus dan Letda Inf. Rudolf Maariwuth kembali menarik perhatian warga.
Film perjuangan dengan judul “Surabaya 45 Merdeka atau Mati” tampak dinikmati oleh penonton yang berasal dari kalangan anak-anak, remaja, pemuda dan orang tua.
Manadoexpress.co merangkum beberapa kisah unik yang terjadi selama pemutaran film.
Anak-anak Yang Sudah Menunggu Sebelum Balai Desa Dibuka
Acara yang dimulai Pukul 18.30 ini ternyata telah ditunggu oleh belasan anak-anak di balai desa wuwuk. Manadoexpress.co yang ikut membantu proses pemutaran film melihat langsung, saat anak-anak tersebut antusias bertanya kepada Serma Jonli Yakobus dan Letda Inf. Rudolf Maariwuth.
“komandan, film apa mo putar” tanya seorang anak.
“nanti ngoni lia jo” jawab Yakobus.
Sebelumnya kegiatan ini sudah diumumkan terlebih dahulu oleh Sekdes Wuwuk.
4 Remaja Yang Bersedia Membantu
Setelah masuk ke balai desa, ternyata pengeras suara (Speaker) belum diturunkan oleh perangkat desa dari lantai dua. Melihat anggota satgas saat itu yang masih 3 orang dengan kesibukan masing-masing terkait pemutaran film, Letda Inf. Rudolf Maariwuth tanpa ragu meminta bantuan kepada para remaja yang sudah menunggu di depan balai desa.
“boleh mo minta tolong?” tanya Maariwuth.
“Siap boleh komandan !” ujar Nando Pantow Remaja Desa Wuwuk Barat menirukan jawaban seorang anggota TNI.
“boleh ngoni angka itu speaker aktif dari lantai dua bawa di ruang pemutaran film? ” pinta Maariwuth.
“siap,.. boleh sekali komandan” ujar Nando dengan bercanda.
Interaksi masyarakat Desa Wuwuk dan SATGAS TMMD 2016 terlihat sangat akrab, para anak-anak, remaja dan orang tua sepertinya sudah menyatu dengan TNI karena sering mengikuti Aksen dan Jawaban dari anggota TNI.
Persiapan Pemutaran Film Juga Dibantu Anak-Anak
Serma Jonli Yakobus dibantu anak-anak pada persiapan pemutaran film
Anak-anak yang telah menunggu tadi kemudian membantu anggota satgas pemutaran film dengan mengatur tempat duduk penonton. Tidak ada perintah dari anggota satgas untuk menyuruh mereka. Serma Jonli Yakobus yang melihat hal tersebut hanya tersenyum.
Penonton Padati Balai Desa Setelah 15 Menit Film Berlangsung
Penonton pada 10 menit pertama
10 menit pemutaran film “Surabaya 45 Merdeka atau Mati” berlangsung sunyi dan hanya di dominasi oleh anak-anak dan remaja. Letda Inf. Rudolf Maariwuth sempat pesimis dengan kehadiran penonton.
“so nda sama lalu ini penonton” ujarnya kepada manadoexpress.co.
Namun setelah 15 menit berlangsung, Balai Desa Wuwuk kemudian dipadati oleh pemuda dan orang tua. Bahkan banyak yang berdiri karena tidak kebagian tempat duduk.
Jumlah penonton bertambah setelah 15 menit film berlangsung.
Acara ini merupakan acara nonton bareng ke dua yang diselenggarakan oleh SATGAS TMMD dibawah pimpinan Letkol Czi M. Andhy Kusuma,S.Sos. Sebelumnya pada tanggal 12 Mei digelar di Balai Desa Wuwuk Barat. (Vidi)



































