GMIM Segera Buka Gereja di Luar Minahasa
Tondano, ME
Hasil Sidang Majelis Sinode Istimewa (SMSI) GMIM ke-78, gereja di Minahasa ini akan membuka gereja di luar tanah Minahasa dan mancanegara, sesuai dengan permintaan warga Minahasa yang berada di daerah luar maupun yang tersebar di beberapa negara luar.
Ketua BPMS GMIM, Pdt HWB Sumakul, dalam konferensi pers usai pelaksanan SMSI ke-78 yang dilaksanakan di Wale Ne Tou Tondano selama 2 hari, menjelaskan jika sidang ini berhasil memutuskan Perubahan mendasar di Tata Dasar GMIM bab 1 pasal 1 ayat 1 tentang perubahan GMIM melayani baik di tanah Minahasa maupun di luar tanah Minahasa. Baik di Indonesia dan manca negara. "Sementara untuk wilayah Sulutenggo dan Indonesia Timur diberikan pengecualian, mengingat adanya Sinode AM," paparnya.
Sumakul juga mengatakan, untuk nama gereja tetap akan mengunakan nama GMIM. "Untuk pembukaan gereja di luar tanah Minahasa, akan berdasar dari permintaan umat kristiani yang berasal dari Minahasa yang ada di luar daerah dan mancanegara," terangnya.
Sumakul menambahkan, untuk pendeta yang nantinya akan bertugas di luar daerah dan mancanegara akan diutus dari tanah Minahasa namun harus memiliki kemampuan berbahasa asing sesuai dengan negara yang akan ditujunya. (kelly korengkeng)



































