Legislator Sulut Sebut Rektor Unima Gila


Manado, ME

Universitas Negeri Manado (Unima) dilanda ‘angin ribut’. Rektor Philoteus Tuerah tersiar dipecat karena menggelar kelas jauh. Selain itu terkuak, Fakultas Ilmu Kesehatan Masyarakat ngotot digulir padahal tidak sah. Dewan Provinsi (Deprov) pun mengecam. Salah satu anggota Komisi IV sebut Rektor Unima itu sudah gila.

 

Kabar dipecatnya Rektor Unima oleh Menteri Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Menristekdikti) Prof Dr Muhammad Nasir, memantik reaksi legislator Sulut. Anggota Komisi IV, Yongki Limen mengatakan, seandainya Rektor Tuerah tahu perbuatannya melanggar aturan tetapi masih dilakukan, berarti dirinya sudah gila. “Kalau dia melakukannya secara sadar maka dia itu sudah gila. Seorang rektor sudah tahu itu melanggar ketentuan tapi kenapa masih dilakukan,” ungkap Limen.

 

Personil Komisi yang membidangi masalah pendidikan ini menilai, sangat disayangkan karena dari peristiwa tersebut mahasiswalah yang dirugikan. Mereka menjadi pihak korban. “Nah sekarang mereka yang sudah tamat dan sudah memiliki ijazah jadinya mau dikemanakan. Jadi Unima harus mencari solusi permasalahannya,” desak Limen.

 

Ia mengatakan, hal serupa dengan Fakultas Ilmu Kesehatan Masyarakat yang sudah secara jelas tidak diakui oleh Dikti, harusnya tidak dijalankan. “Sebab saya mendengar dari Dikti sendiri sudah menjelaskan bahwa jurusan itu tidak diakui karena pendiriannya hanya sepihak saja. Jadi kalau sudah tahu tidak sah berarti melanggar aturan,” tegas anggota Komisi bidang Kesejahteraan Masyarakaat itu seraya menambahkan jangan hanya orang kecil yang dipaksakan ikut aturan sementara para pejabat dan sekolah tinggi tidak mengikuti aturan.

 

“Sekarang mahasiswa yang sudah lulus dari fakultas itu mau dibuat apa. Kalau dari Dikti sendiri tidak mengakui,” sambung mantan Bendahara Partai Golkar ini.

 

Ia menjelaskan, kalau masyarakat biasa yang melanggar aturan tentu sangat wajar. Tetapi, kalau tindakan itu dilakukan oleh pejabat dan orang yang sudah terpelajar, itu merupakan hal yang sangat gila “Bapak rektor sudah tahu melanggar aturan. Dia sudah tahu sementara tetap dijalankan berarti dia itu sudah gila. Sayangkan kalau ternyata tidak sesuai aturan. Kalau tukang pungut rumput yang melanggar aturan masih wajarlah. Sementara ini orang besar yang sudah tahu dan sekolah tinggi, jelas ini gila,” tandasnya.

 

Ia menyaranakan, dalam situasi seperti sekarang ini Unima perlu bertanggung jawab. Perlu untuk mencari permasalahan dengan tidak mengorbankan mahasiswa yang sudah ikut belajar di jauh. “Jadi lebih baik mereka berkoordinasi kembali dengan Dikti tentang persoalan itu. Unima harus bertanggung jawab. Karena ini kan institusi, selain rektornya juga Unimanya. Cari jalan solusi yang ada,” paparnya.

 

Diketahui, pasca pemberhentian Rektor Tuerah, Menristekdikti telah mengelurkan keputusan, menunjuk Prof DR Jamal Wawiho sebagai Pelaksana Harian (Plh) Rektor Unima. (tim me)



Sponsors

Sponsors