Legislator Sulut Sayangkan 'Tragedi' Unima


Manado, ME

Kisah miris terjadi di Universitas Negeri Manado (Unima). Perguruan tinggi yang membawa ‘label’ Bumi Nyiur Melambai ini, tercoreng sampai ke pusat. Hal itu menyusul lontaran pemberhentian Rektor lama dari Menteri Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Menristekdikti), Mohamad Nasir. Padahal, kampus Tondano itu berada di masa transisi kepemimpinan. Legislator Sulawesi Utara (Sulut) pun menyayangkan kejadian tersebut.

 

Anggota Komisi IV, Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Sulut, Rita Manoppo menuturkan, dirinya sangat prihatin atas kondisi yang menimpa salah satu universitas ternama di tanah Toar Lumimuut itu. Ia menjelaskan, sebenarnya sudah lama sejak beberapa bulan lalu pihaknya telah merencanakan untuk melakukan pertemuan. “Kami sebenarnya sangat menginginkan kita rapat saja dulu. Karena diketahui perguruan tinggi tidak bisa membuka kelas jauh sesuai dengan undang-undang pendidikan. Jadi mereka menyalahi aturan. Nah, mau apa lagi sekarang sudah ada keputusan menteri terhadap rektor yang lama sudah dipecat,” tukasnya.

 

Lamanya pelantikan Rektor kampus berlokasi di Kelurahan Tataaran tesebut turut disorot politisi Partai Keadilan Sejahtera itu. Dirinya mengharapkan pelantikannya segera mungkin dilakukan. “Karena kalau mau dipikir, di Unima ini sepertinya sudah terbengkalai. Karena sudah dalam kurun waktu yang lama,” paparnya.

 

Sebagai wakil rakyat ia mendesak, agar pelantikan rektor yang baru lebih cepat lebih baik. Tanpa menabrak aturan yang berlaku. “Itu kan juga dari pusat sana yang menentukan pelantikannya. Jadi saya pikir mereka tahu aturannnya,” tutup politisi perempuan Tanah Totabuan ini. (tim me)



Sponsors

Sponsors