Aktivis Desak Oknum Guru SMAKER 1 Dipecat


Tomohon, ME

Aktivis Kota Tomohon, Danny Tular mendesak Dinas Pendidikan Daerah (Dikda) Kota Tomohon mencopot oknum guru di Sekolah Menengah Atas Kristen (SMAKER) 1 Kota Tomohon.

Pasalnya, oknum guru berinisial MB ini melakukan tindakan berlawanan dengan kampanye keterbukaan informasi publik yang belakangan digaungkan pemerintah. MB mengusir sejumlah pekerja media saat hendak melaksanakan tugas jurnalistik di SMAKER 1.

“Tidak boleh seorang guru bersikap seperti itu. Itu sama saja melawan kampanye keterbukaan informasi publik," katanya, Minggu (15/5).

Danny menyayangkan prilaku arogan dari MB karena tidak mencontohkan citra seorang pendidik yang seharusnya jadi panutan di masyarakat. Apalagi profesi guru sangat dihormati di Utara Celebes.

"Guru itukan pada dasarnya seorang pendidik. Sebagai pendidik hendaknnya berlaku sopan kepada siapa saja termasuk wartawan,” sesal Alumni SMA Kristen 1 ini.

Tular mengisahkan, sejak dirinya duduk di sekolah ini sampai lulus Tahun 1982, baru sekarang terjadi hal seperti itu. Dirinya sangat prihatin, kalau ternyata ada seorang guru yang memperlakukan media, di dalamnya wartawan sebagai musuh.

“Wartawan itu kan bukan musuh dari pejabat maupun guru. Jadi, saya selaku mantan Ketua OSIS Tahun 1982, saya sangat prihatin kalau ada seorang guru yang punya prilaku seperti itu,” ungkapnya.

Ia meminta, Kepala Sekolah harus bertanggungjawab. Setahu dirinya, seorang guru dari sekolah yang berlandaskan Gereja, harusnya ada kasih dan sopan santun.

“Jadi, seorang guru janganlah memusuhi media yang merupakan bagian dari mitra kerja. Yang harus digarisbawahi, Kepala Dinas segera mencopot seorang guru yang punya sikap seperti itu. Apalagi oknum itu sebagai guru di sekolahnya Gereja, lantas bersikap seperti itu, itu nda sopan,” ketus Tular.

Dikabarkan sebelumnya, sejumlah wartawan sedang melakukan tugas jurnalistiknya pada kegiatan penamatan siswa-siswi di aula SMAKER 1 Tomohon, Sabtu (14/5/2016). Para wartawan tersebut dihadang dan diusir dari dalam aula oleh oknum guru. "Kaluar. Di luar jo. Biar le wartawan nimbole maso," tutur MB dengan nada kasar.

Perlu diketahui, usai kegiatan, ketika dikonfirmasi apa alasannya mengusir wartawan, MB secepatnya bergegas sambil berkata pendek. "No komen," singkat MB sembari menghindari pertanyaan dari beberapa wartawan dan masuk ke kerumunan orang di dalam aula. (hendra mokorowu)



Sponsors

Sponsors