Pelebaran Tanpa Markah Jalan, Ruas Kawangkoan-Langowan Langganan Lakalantas


Langowan, ME

Peristiwa kecelakaan lalu lintas (lakalantas) di depan gereja GMIM Imanuel Toraget, Langowan Utara, Sabtu (7/5) malam menambah panjang daftar lakalantas di ruas jalan utama Kawangkoan-Langowan. Pasca proyek pelebaran jalan tersebut dimulai akhir 2015 lalu, peristiwa lakalantas meningkat drastis.

 

Proyek pelebaran jalan protokol sepanjang sekitar 8 kilometer dimulai pengerjaanya pada September 2015 lalu. Hingga saat ini, proyek tersebut belum dirampungkan. Baru sekitar 50 persen ruas jalan yang masuk kategori jalan provinsi tersebut yang selesai diperlebar. Sisanya belum. Jalur yang melintas di wilayah kecamatan Tompaso mulai dari desa Talikuran hingga Kamanga belum tersentuh pelebaran.

 

Selain penyelesaian pelebaran jalan yang tersendat, masalah lain juga muncul. Lakalantas meningkat drastis. Utamanya di ruas jalan yang telah diperlebar. Data yang didapat manadoexpress.co, sepanjang Januari hingga April 2016, terjadi sedikitnya 13 lakalantas di jalur Kawangkoan-Langowan. Angka tersebut mencakup laka tunggal dan tabrakan baik roda dua maupun roda empat, dan merengut tiga korban jiwa.

 

Tidak adanya markah jalan dianggap jadi biang keladi meningkatnya resiko lakalantas di ruas jalan tersebut. "Pelebaran memang bagus, jalan jadi terasa lebih lega. Tapi saat malam berbahaya. Tidak ada garis penanda (markah, red), kalo berkendara di malam hari pasti kesulitan," kata Jantje Kawengian, warga Tompaso kepada manadoexpress.co, Selasa (10/5).

 

Kondisi diperparah dengan ketiadaan trotoar di sebagian besar jalur Kawangkoan-Langowan tersebut. "Jadi pejalan kaki juga menggunakan badan jalan. Ini yang sering memicu terjadinya kecelakaan," terang James Bruri Singal, tokoh masyarakat Tompaso saat ditemui terpisah.

 

Mantan Hukum Tua desa Pinaesaan Tompaso Barat inipun berharap agar instansi terkait dapat segera menambah markah jalan di jalur tersebut. "Markah jalan bukan persoalan sepele, karena berkaitan erat dengan keselamatan jiwa pengguna jalan. Apalagi di jalur cepat seperti ini (Jalan Kawangkoan-Langowan, red), kami harap hal ini bisa mendapat perhatian pemda dalam hal ini Pemprov Sulut," pungkas Bruri, sapaan akrabnya. (tr1)



Sponsors

Sponsors