Wakil Rakyat Nyiur Melambai Giatkan Reses Awal Tahun


Manado, ME

Para Legislator Bumi Nyiur Melambai kembali jemput bola. Kegiatan Reses awal tahun 2016 menjadi kesempatan para Wakil Rakyat Sulawesi Utara (Sulut) menggalang aspirasi. Mereka turun di Daerah Pemilihan (Dapil) masing-masing sejak 26 April hingga 3 Mei.

Informasi hangat, digaungkan masyarakat ke telinga para wakil rakyat tersebut. Anggota Dewan, Ferdinand Mewengkang ketika melakukan reses di Kelurahan Singkil 2, masalah tanah banyak dikeluhkan. “Banyak hal yang saya terima dari reses terutama masalah pertanahan,” ungkap Mewengkang yang juga Ketua Komisi 1 Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Sulut.

Reses Ferdinand Mewengkang

 

Sementara, Julius Jems Tuuk ketika bersua dengan warga Desa Kanaan, Kecamatan Dumoga, Bolaang Mongondow, menerima aspriasi tentang belum adanya sertifikat tanah yang dijanjikan pemerintah kepada masyarakat transmigran sejak 1989. “Jangan sampai tanah adat jadi milik perusahaan tambang,” jelas politisi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) ini.

 

Reses Julius Jems Tuuk

 

Berbeda di Ranomuut tempat Yongki Limen menyerap aspirasi. Sesuai penjelasan masyarakat, keadaan infrastrutur di Kelurahan Ranomuut sudah banyak yang hancur. Dahulu sudah pernah diperbaiki, tapi sekarang rusak. “Kita akan laporkan hal ini untuk diperbaiki. Kalau sudah diperbaiki, perlu dijaga dan jangan dihancurkan lagi,” papar politisi Golkar ini.

 

Reses Yongkie Limen

 

Legislator Demokrat, James Karinda saat reses di Ranomuut Lingkungan VII, salah satu sorotan adalah mengenai keberadaan perumahan Capitol di eks pacuan kuda Ranomuut. “Menurut warga keberadaan perumahan Capitol merusak estetika alam sekitar perumahan dua kelurahan yakni Ranomuut dan Perkamil,” pungkas Ketua Komisi 4 ini. (hendra mokorowu)

Reses James Karinda



Sponsors

Sponsors