Ratusan Guru Non Sertifikasi Ancam Tidak Mengawas UN
Amurang, ME
Buntut belum dibayarkannya tunjangan non sertifikasi, ratusan guru di Kabupaten Minahasa Selatan (Minsel) ancam tidak akan mengawas saat ujian nasional (UN) tingkat SMP sederajat.
Mereka kecewa lantaran tunjangan selama 16 bulan kerja tak kunjung dicairkan. Para guru ini mempertanyakan kenapa hal ini bisa terjadi.
Dibandingkan dengan Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Dikpora) terdahulu justru tunjangan non sertifikasi dicairkan tepat waktu tanpa ada masalah seperti sekarang ini. "Kalau memang tidak dibayar kita tidak akan mengawas saat UN. Ini bentuk kekecewaan kami terhadap kinerja kepala Dikpora Minsel yang kurang perhatian," ketus Adrianus Daud mewakili guru non sertifikasi lainnya.
Bahkan dia mengatakan tidak peduli dengan konsekuensi yang akan diterima nanti. Dia menilai kepala Dikpora sekarang tidak perduli dengan nasib mereka. "Saya tidak peduli mau dimutasi, tapi hak kami harus dibayarkan," terangnya.
Setidaknya ada 600 guru non sertifikasi yang belum mendapatkan tunjangan mereka. Disaat daerah lain sudah menikmati hak mereka justru di Minsel para oemar bakrie ini masih berjuang dengan nasib mereka.
Untuk diketahui tunjangan guru non sertifikasi per bulan sebesar Rp.250 ribu. Sangat miris memang masalah ini hanya terjadi di Minsel. (jerry sumarauw)



































