Upah 300 Ribu, Legislator Sulut Desak Pemkab Sangihe Perhatikan Gaji Guru Honorer


Manado, ME

Rintihan warga Sangihe menggugah Wakil Rakyat Sulawesi Utara (Sulut). Pasalnya, tenaga guru sedikit, sementara tunjangan para pengajar honorer minim. Aspirasi tersebut terungkap ketika, Legislator Sulut, Ferdinand Mangumbahang ST reses di Kampung Tola, Kecamatan Tabukan Utara baru-baru ini.

Masyarakat mempertanyakan soal gaji guru honorer yang kurang. Ironisnya, kuantitas guru justru sangat sedikit. Menurutnya, keadaan sangat irasional. “Itu yang dipertanyakan masyarakat. Masalahnya tidak masuk diakal, bagaimana mungkin personil guru minim tapi gaji guru honorer juga di bawah rata-rata. Itu pun cuma diambil dari dana BOS (Bantuan Operasional Siswa),” sebut Mangumbahang.

Ia mengatakan, guru honorer  setiap bulan hanya digaji maksimal Rp 300 ribu. Dana seperti itu sangat minim dibandingkan daerah lain. “Memang ini merupakan porsi dari Pemerintah Kabupaten (Pemkab), kami hanya bisa mengimbau, persoalan ini harus diperhatikan,” ujarnya.

Lanjutnya, kalau memang Sangihe kekurangan guru, pemerintah harusnya berjuang melakukan penambahan. “Kan di provinsi sudah tetapkan UMP (Upah Minimum Provinsi). Jadi bagi saya, lebih baik tidak usah ada guru honorer jika gaji mereka minim sekali," tandasnya. (hendra mokorowu)



Sponsors

Sponsors