Gadis Muda Diperkosa 19 Pria, Diduga Ada Oknum Polisi

Diberi Narkoba Hingga Mabuk


Manado, ME

Sungguh tragis dialami seorang perempuan muda, sebut saja bunga, warga kelurahan Titiwungan, Kecamatan Wenang. Dirinya harus menjadi korban perkosaan 19 Orang pria, yang  diantaranya diduga adalah oknum anggota polisi.

 

Berdasarkan penuturan orang tua korban, Rina, kejadian bermula saat anaknya diajak oleh beberapa temannya pergi jalan-jalan ke kota Gorontalo, 24 Januari silam. Korban pun sempat menolak untuk pergi, tetapi karena terus didesak akhirnya menuruti permintaan temannya. "Saya kenal satu dari temannya itu, karena rumah kami berdekatan. Kalau dari awal saya tau akan seperti ini, pasti saya tak akan menginjinkan dia pergi," tutur ibu korban dengan nada kecewa.

 

Dari pengakuaan anaknya, sebelum menuju ke kota gorontalo, mereka singgah di desa Bolangitan Kabupaten Bolmong Utara. Dari situ korban diberikan narkoba jenis sabu-sabu. "Anak saya menjelaskan, bahwa dia tidak mau memakai narkoba itu, hanya karena sudah ditekan dan didesak dengan cara kasar akhirnya korban menurutinya," tuturnya.

 

Menurut Rina, sewaktu anaknya telah mabuk dengan narkoba saat itulah korban diperkosa secara bergilir. Bahkan korban mengatakan perkosaan ini terus berlanjut sampai kota Gorontalo. Disana dirinya disekap di sebuah hotel dan diperkosa oleh banyak lelaki. "Jadi sewaktu anak saya sadar, mereka langsung memberikan narkoba kembali dengan cara memberikan suntikan pada bagian leher dan perut, hingga anak saya kembali tak sadarkan diri," jelasnya.

 

Korban pun menyampaikan pada orang tuannya, pernah sekali berhasil melarikan diri dari dalam hotel, untuk meminta bantuan dari warga. "Sempat ditolong  warga sekitar, hanya karena pelaku dan teman-temannya datang dan menyebut anaknya adalah orang gila, hingga warga pun mengembalikan dirinya pada mereka" tuturnya.

 

Kejadian perkosaan terus-menerus berlanjut, bahkan rina menyebut, ada anggota Polisi yang memerkosa anaknya. "Jadi anak saya sempat dengar, didalam ruangan tersebut, ada seorang anggota polisi yang dihubungi temannya lewat telepone dan menanyakan posisi keberadaan tempatnya berada saat itu," tuturnya.

 

Atas kejadian ini korban mengalami depresi kejiwaan yang sangat berat, hingga kadang korban suka berbicara sendiri.

 

Ibu Korban melaporkan kasus ini di Polresta Manado, yang selanjutnya dilimpahkan Polda Sulut. Tetapi mengingat kasus ini berada di wilayah Gorontalo, Polda Sulut  melimpahkan kasus ini di Polda Gorontalo. "Tapi sampai saat ini belum ada penjelasan terang tentang kasus ini, Polisi seperti mengulur-ulur dan tidak mau melihat kasus ini. Apakah karena ada anggota polisi  yang terlibat sehingga tidak mau  mengusut lebih lanjut?" tanya Reni dengan nada yang sangat marah pada awak media.

(Rhendi Umar)



Sponsors

Sponsors