Kenaikkan BBM di Khawatirkan Pengaruhi Sektor Pariwisata
Tomohon, ME
Kenaikan Bahan Bakar Minyak (BBM) yang telah ditetapkan pemerintah pusat, akhir pekan kemarin diprediksi akan mempengaruhi perekonomian suatu daerah. Sektor pariwisata dianggap jadi sasaran utama.
Hal itu pun ikut dikhawatirkan oleh Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kota Tomohon.
Kepala Disbudpar Kota Tomohon, Drs Gerardus Mogi mengakui, kenaikan BBM ini akan mempengaruhi segala sektor yang berhubungan dengan perekonomian suatu daerah. Namun untuk sektor pariwisata, oleh Disbudpar Kota Tomohon masih akan melihat perkembangannya, apakah dampak akan terasa atau tidak.
“Kita belum bisa memutuskan apakah dampak kenaikan BBM akan berpengaruh besar ke wisatawan yang datang atau tidak. Kemungkinan, 1 bulan kedepan hasilnya baru kelihatan,” ujar Mogi.
Meskipun demikian, Mogi berharap dampaknya tidak akan terasa sangat berat pada bulan pertama ini. Pasalnya, hingga pertengahan bulan depan, musim liburan sekolah sudah tiba.
“Pembenahan akan segala sarana infrastruktur pariwisata dan promosi akan kita optimalkan," bebernya. "Sebab, dengan begitu akan menarik perhatian wisatawan lokal dan mancanegara ke Tomohon,” timpal Mogi.
Sementara itu, sesuai data jumlah wisatawan yang berkunjung ke Tomohon pada triwulan pertama berjumlah 29.608 jiwa yang terdiri dari wisatawan mancanegara 5.235 jiwa dan wisatawan lokal atau Nusantara 24.373 jiwa. Gunung Mahawu menjadi tempat paling ramai dikunjungi oleh wisatawan mancanegara. Sedangkan Bukit Doa Mahawu menjadi tempat paling favorit yang dikunjungi wisatawan nusantara atau domestik. (Herie Soriton)
Foto : Bukit Doa Tomohon, Salah Satu Tujuan Wisatawan. (Ist)



































