Warga Bolmong Keluhkan Ketersediaan Pupuk

Berharap Perhatian Pemerintah


Passi, ME

Sejumlah persoalan hingga kini masih mendera dunia pertanian di bumi nyiur melambai. Masalah ketersediaan pupuk menjadi salah satu hal yang dikeluhkan para petani. Hal itu seperti yang dialami petani di salah satu sentra produksi tanaman hortikultura Sulawesi Utara (Sulut) di Tanah Totabuan. Sentuhan pemerintah pun dinanti. Berharap ada solusi bagi problem yang kini menghadang mereka.

 

Desa Sinsingon Bersatu berkeluh. Ketersediaan pupuk bagi tanaman sayur kurang memadai. Wakil rakyat pun jadi tumpuan harapan.

 

Informasi ini terendus saat legislator Sulut, Julius Jems Tuuk, bersua dengan masyarakat dalam reses di Desa Sinsingon, Kecamatan Passi Timur, Kabupaten Bolaang Mongondow (Bolmong). “Pemerintah sebaiknya menyediakan pupuk guna menunjang produksi. Karena supplay tanaman hortikultura ke daerah Sulut sendiri berasal dari Desa Sinsingon Bersatu,” ungkap Youri Momongan, tokoh agama di desa itu.

 

Dari ungkapan warga, mereka membutuhkan pupuk sekitar 6.000 karung namun yang tersedia hanya sekira 2,000 karung pupuk saja. "Di desa Sinsingon bersatu jumlah kepala keluarganya 720, lahan yang diolah untuk tanaman hortikultura sendiri di atas 400 Ha. Dalam 1 Ha lahan membutuhkan sekira 30 karung pupuk, dikali 1 tahun 3 kali tanam," jelas Momongan, memastikan jika ketersediaan pupuk selama ini belum bisa memenuhi kebutuhan para petani di daerahnya.

 

Merespon hal tersebut, Julius Jems Tuuk, Legislator Daerah Pemilihan (Dapil) Bolaang Mongondow raya ini mengatakan, akan berusaha memperjuangkan ketersediaan pupuk dan mengkoordinasikan dengan pihak Dinas Pertanian dan Perkebunan Provinsi Sulut.
“Nanti kami akan berkoordinasi dengan instansi terkait untuk menambah ketersediaan pupuk,” tukas Tuuk. (tim me)



Sponsors

Sponsors